Pemindahan Ibukota Masuk Perangkap Utang Tiongkok

oleh -66 views
Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade. (Foto: Istimewa)
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

Porostimur.com | Jakarta: Wacana pemindahan ibukota negara dari DKI Jakarta ke Pulau Kalimantan menuai berbagai komentar di tengah masyarakat. Banyak yang mendukung namun tidak sedikit pula yang kontra.

Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade tidak mendukung adanya pemindahan ibukota. Pasalnya, banyak permasalahan bangsa seperti ekonomi yang belum selesai, termasuk defisit anggaran BPJS Kesehatan.

Andre mengatakan BPJS Kesehatan diambang kemelaratan, dan dengan gampang pemerintah tengah melirik kerja sama dengan perusahaan asal China untuk mengatasinya.

Duhh Pak Jokowi. Bagaimana kami mau dukung Bapak mengenai ibukota baru. Urusan BPJS kesehatan saja, pemerintah terindikasi menyerah dan mau minta tolong sama Tiongkok,” ucap Andre lewat akun Twitternya, Sabtu (24/8).

Baca Juga  "Binatang Jalang" Film Puisi Pertama di Tanah Air

Diketahui sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perusahaan asuransi Tiongkok yakni Ping An Insurance ingin membantu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memperbaiki defisit keuangan.

Hal ini dikatakan Luhut usai bertemu Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Jumat (23/8).

Luhut mengatakan dalam pertemuan, Fahmi mengakui bahwa ada kelemahan dalam sistem BPJS Kesehatan. Oleh sebab itu Ping An menawarkan pembenahan agar kondisi keuangan BPJS Kesehatan membaik.

Baca Juga  Kepulauan Tanimbar Diguncang Barat Gempa 6,4 Magnitudo
Andre Rosiade

Andre Rosiade khawatir, di tengah ekonomi yang tidak stabil saat ini, nantinya pemindahan ibukota juga akan minta bantuan dana ke Tiongkok.

“Takutnya gara-gara ibukota baru, malah menyebabkan Indonesia masuk perangkap utang Tiongkok,” demikian Andre, anggota terpilih DPR ini. (red/rmol/idc)