Pemindahan Janji Politik

oleh -87 views
Link Banner

Oleh: Rusdi Abidin SE, Pegiat Demokrasi

Porostimur.com | Ambon: Gubernur Maluku, Murad Ismail kembali menegaskan tidak ada pemindahan ibukota Maluku ke Pulau Seram dalam visi-misi pemerintahan yang dipimpinnya.

Hal ini disampaikan Murad saat memberikan sambutan dalam acara pembagian bantuan sosial PPKM di pelataran Masjid Raya Al Fatah, Ambon, Senin (16/7/2021).

“Jadi saya membuat visi saya tidak ada yang aneh-aneh. Tidak ada pindah ibukota. Visi saya adalah Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani, terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan,” katanya.

Itu kutipan dari media online Porostimur.com.
Lalu bagaimana dengan janji politik pemindahan ibukota yang diucapkan saat kampanye pilkada ? Yang diucapkan saat kampanye oleh tim sukses sebenarnya sudah tepat. Karena ucapan janji itu memiliki dasar dan dukungan kondisi objektif. Maka tentu diucapkan dengan sadar, tidak dalam keadaan mabuk. Kalau janji tidak punya dasar itu namanya bohong junto bual.

Baca Juga  GMNI Maluku dukung Pemprov Maluku peroleh 10% PI Blok Masela

Memang benar visi tidak menyebutkan pemindahan ibukota provinsi. Karena visi abstraksi atas cita-cita pemimpin. Pemindahan ibukota itu adalah salah satu manifestasi untuk menjawab cita-cita pemimpin & daerah.

Kalau kita hendak mengatasi keterbelakangan, kemiskinan, pengangguran, kesejahteraan maka salah satu manifestasinya dari sekian banyak manifestasi cita-cita itu, bisa saja jalannya melalui pemindahan ibukota. Karenanya letak manifestasi bisa saja ada di misi kepemimpinan.

Jadi pemindahan itu tidak tertulis di visi, tetapi sudah tertulis di akal sehat dan akal jiwa pemimpin. Sebagai pemimpin hal yang dipikirkan dan dijiwai tentu berkaitan dengan hal-hal yang bersifat prinsipil dan strategis. Sehingga apa yang diucapkan baik secara verbal maupun dalam bahasa tubuh akan selalu memberikan makna yang luas dan mendalam.

Baca Juga  Sudah Tayang di Bioskop Kota Ambon, ini Kejutan dari Film Milea: Suara dari Dilan Extended

Selain publik yang menafsir dan memaknai ucapan dan bahasa tubuh pemimpin tentu yang lebih mahfum adalah orang dalam atau orang dekat.

Bukankah pemindahan ibukota provinsi yang dikampanyekan adalah bagian dari orang dekat membaca dan emaknai pikiran pemimpin. Apalagi yang mengucapkan kampanye pemindahan itu adalah mantan gubernur, tokoh senior/sesepuh Maluku, tokoh PDIP Maluku, Purnawirawan Jenderal TNI yang sangat dihormati karena dedikasinya buat bangsa & negara. (*)