Bagi masyarakat di Tanah Kei, nilai persaudaraan, adat dan budaya merupakan modal sosial yang selama ini menjadi kekuatan dalam menjaga kehidupan bersama.
Nilai-nilai tersebut dinilai harus terus dirawat di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Pemerintah daerah dan lembaga keagamaan, kata Charlos, memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan secara ekonomi, tetapi juga menjaga kohesi sosial masyarakat.
Ia berharap berbagai program pelayanan dan pembangunan jemaat yang selama ini telah dirintis dapat menjadi fondasi bagi penguatan pelayanan pada masa mendatang.
Pergantian kepemimpinan di lingkungan GPM pun diharapkan tidak memutus kesinambungan kerja sama yang telah terbangun.
Sebaliknya, momentum tersebut dapat menjadi awal untuk memperluas kolaborasi antara pemerintah daerah dan gereja dalam menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat Maluku Tenggara.
Pada akhirnya, pembangunan daerah bukan hanya tentang membangun infrastruktur dan menjalankan program pemerintah.
Lebih dari itu, pembangunan membutuhkan kekuatan sosial yang mampu menjaga karakter, persaudaraan, budaya dan kepedulian antarsesama.
Di Tanah Kei, sinergi Pemkab Maluku Tenggara dan GPM diharapkan menjadi salah satu kekuatan untuk memastikan pembangunan berjalan seiring dengan terjaganya nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat.









