Pemkot Ambon Belum Tetapkan Sekolah Tatap Muka, Anggota DPRD Protes

oleh -79 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Anggota DPRD Kota Ambon dari Fraksi Demokrat, Julius Joel Toisutta, tidak mendukung keputusan Walikota Ambon dalam bentuk Peraturan Walikota (Perwali) yang membuka tempat hiburan dan memperlonggar bidang usaha sementara pendidikan di Kota Ambon tidak dilakukan.

“Secara evaluasi proses yang terjadi selama PPKM ini, saya sama sekali tidak mendukung apa yang menjadi keputusan walikota dalam bentuk Perwali tuh, yang membuka tempat hiburan memperlonggar bidang usaha sementara pendidikan tidak dilakukan,”
ujar Toisutta kepada Porostimur.com di Baileo Rakyat, Belakang Soya, Senin (30/8/2021).

Toisutta menjelaskan, sepuluh kabupaten/kota di Maluku sudah membuka pendidikan tatap muka, kenapa tidak membuka kesempatan kepada anak-anak dalam proses belajar langsung walaupun nantinya proses itu dilakukan secara protokol kesehatan yang memang harus diperhatikan.

Baca Juga  Cegah Klaster Corona di SBB, Aleg Hanura Minta Warga "Perkuat Bek"

“Kemudian tidak masalah kalau dibatasi waktu yang penting ada tatap muka langsung dengan guru dan segala hal yang berkaitan dengan pendidikan. Karena menurut saya walikota hanya melihat peningkatan ekonomi tetapi dari sisi pendidikan yang memang harus menjadi perhatian khusus ini tidak menjadi prioritas daripada Walikota,” jelas Toisutta.

Toisuta berharap, harus dievaluasi karena proses belajar secara daring atau online ini menurut dia tidak efektif apalagi terhadap keluarga-keluarga dari anak didik yang orang tuanya tidak mampu, tentunya sangat memberatkan.

“Yang menjadi pertanyaan kenapa tidak dibuka secara tatap muka langsung. Sementara menurut informasi dinas pendidikan itu telah mempersiapkan strategi kalau umpamanya walikota memberikan kesempatan proses belajar mengajar secara tatap muka,” ungkap Toisutta.

Baca Juga  Pemerintah akan Bangun Risha dan Riko untuk Penyintas Gempa Maluku

“Jadi permintaan beta ini harus dievaluasi oleh Walikota Apakah selama ini proses belajar secara online itu efektif atau tidak,” tegasnya.

Toisutta bilang, karena selama ini kota Ambon dari sisi pendidikan masih di bawah kenapa tidak digenjot atau didorong oleh walikota, itu yang jadi masalah.

“Jangan hanya melihat dari sisi ekonomi saja tetapi dari proses pendidikan yang mempersiapkan anak-anak kita ini, jangan diabaikan. Kurang mendapat perhatian dari pimpinan daerah atau walikota,” pungkasnya. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.