Pemkot Ambon Berlakukan PSBB Transisi, Nikah Boleh-Pesta Tidak

oleh -93 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pemerintah Kota Ambon akan memberlakukan PSBB transisi pada Senin (20/7/2020) pekan depan, setelah dua kali pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) berakhir pada Ahad (19/7/2020) besok.

Kepastian itu disampaikan Walikota Ambon Richard Louhenapessy usai menggelar rapat koordinasi bersama gugus tugas percepatan dan penanganan Covid-19 Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Sabtu (18/7/2020).

“Mulai senin pekan depan PSBB transisi di Ambon akan diberlakukan,” kata Richard kepada wartawan.

Dia menjelaskan, dalam penerapan PSBB transisi aktivitas perekonomian yang sebelumnya ditutup total akan kembali dibuka seperti toko, mal dan plaza.

Link Banner

Meski demikian, pemilik usaha hanya diperbolehkan beraktivitas hingga Pukul 18.00 WIT.

Kelonggaran juga berlaku untuk kafe, rumah makan dan restoran.

Baca Juga  Partai Berkarya Versi Muchdi Evalusi Dukungan untuk Pilkada Delapan Daerah di Malut

Pengunjung diperbolehkan makan dan diminum di tempat.

“Bisa makan di tempat tapi tetap dibatasi misalnya di restoran itu ada 20 meja kita batasi hanya 10 meja, protokol kesehatan juga tetap dijalankan,” ujarnya.

Khusus untuk salon kecantikan, pusat kebugaran dan pusat olahraga, Richard mengaku belum diizinkan beroperasi.

Menurutnya, para karyawan yang terkena imbas akibat PSBB transisi tetap akan mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Ambon.

“Nanti para karyawan yang terkena dampak ini bisa melapor ke gugus tugas dan kita akan berikan bantuan sembako selama dua pekan,” ujarnya.

Selain itu, kata Richard, pembatasan juga masih akan dilakukan terhadap penyelenggaraan acara sosial budaya termasuk resepsi pernikahan.

Baca Juga  Ketua Bumdes Wai Ina Disidang oleh Warga Desa

”Nikah boleh tapi tidak boleh ada acara pesta, nanti diawasi secara ketat,” katanya.

Richard menambahkan penerapan PSBB transisi dilakukan sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19.

“Ini bukan untuk kepentingan pemerintah tapi kepentingan masyarakat. Jadi memang warga harus tetap waspada, kalau tidak kita akan kembali ke zona merah dan itu berarti PSBB akan berlaku lagi,” ungkapnya. (red/rtm/kcm)