Pemkot Ambon Kembali Perpanjang Masa Transisi PSBB

oleh -45 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pemerintah Kota Ambon memastikan akan kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang akan berakhir pada Minggu (30/8/2020).

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, perpanjangan PSBB transisi untuk kali keempat ini dilakukan lantaran penyebaran Covid-19 di ibu kota provinsi Maluku itu hingga kini belum juga bisa ditekan.

PSBB tranisisi keempat di Kota Ambon akan mulai diperpanjang pada Senin (31/8/2020).

Menurut Wali Kota, saat penerapan PSBB transisi keempat nanti, semua pintu masuk dari dan menuju Kota Ambon akan lebih diperketat lagi baik melalui bandara, pelabuhan maupun jalur darat.

Link Banner

“Semua itu (diperketat), jadi bukan di pintu masuk saja, tapi semua akan diperketat,” kata Richard, kepada wartawan usai menghadiri apel gabungan PSBB transisi di tribun Lapangan Merdeka, Jumat (28/8/2020).

Baca Juga  Gagal jadikan Maluku LIN, Pemprov dinilai tak pandai berkomunikasi

Ia mengatakan, terkait pengetatan pada pintu masuk keluar Kota Ambon, pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri di wilayah tersebut.

“Di bandara misalnya, kami sudah koordinasi dengan TNI AU akan diperketat, di pelabuhan-pelabuhan itu juga koordinasi dengan marinir, kemudian di tempat-tempat fasilitas umum dengan polisi dan TNI AD,” ungkap dia.

Penerapan PSBB transisi keempat kali ini sama seperti penerpaan PSBB transisi sebelumnya, di mana pembatasan aktivitas sosial masyarakat akan tetap berjalan dan setiap orang yang melanggar ketentuan akan diberi sanksi.

Luuhenapessy juga mengatakan, selama masa pandemi ini, sistem kerja di Pemkot Ambon saat ini hanya pejabat eselon II dan III yang bekerja di kantor, sedangkan eselon IV dan staf pelaksana bekerja dari rumah.

Baca Juga  Optimis Memenangkan Pilkada Kepsul, FAM-SAH Akui Kedua Rivalnya Lawan Tanding yang Berat

“Kami menerapkan pola kerja dari rumah, tetapi mungkin pegawai jenuh dan tidak tahan untuk terus kerja di rumah sehingga memilih ke kantor,” katanya.

Ia mengatakan saat ini 81 pegawai Pemkot Ambon terkonfirmasi positif terjangkit COVID-19, termasuk dua pejabat esselon II.

Hasil sementara pemeriksaan tes usap yang dilakukan di 10 organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Ambon dinyatakan 81 ASN positif COVID-19. Prediksi Richard jumlah ini akan terus bertambah.

“Hasil yang belum keluar dari BTKL cukup banyak, dan pasti akan bertambah tapi semua yang menjalani tes usap tanpa gejala, yang tiap hari bertugas melayani masyarakat,” katanya.

Richard menyatakan seluruh OPD yang bertugas dalam pelayanan publik wajib menjalani tes usap, agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat.

Baca Juga  Duggary: Barcelona Klub Badut dan Tak Berkelas

Pihaknya berupaya agar masyarakat juga berikhtiar, jangan sampai pada waktu masyarakat datang melakukan pelayanan publik ragu-ragu. Karena itu seluruh OPD yang terkait dengan pelayanan publik wajib menjalani tes usap. (red/kcm)