Pemkot Ambon Segera Uji Coba PTM Terbatas Bagi Siswa Tingkat SMP dan Sederajat

oleh -39 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bakal melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bagi siswa tingkat SMP dan sederajat. Wacana ini menyusul status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua.

“Dalam waktu dekat kita akan mulai melaksanakan uji coba sekolah tatap muka dengan memberikan prioritas kepada sekolah yang capaian vaksinasi 80 persen,” kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, Rabu (22/9/2021).

Ia mengatakan, berdasarkan penilaian pemerintah pusat, kota Ambon naik status dari PPKM mikro level tiga ke level 2. Sehingga, diberlakukan sejumlah kelonggaran, salah satunya PTM.

PTM akan dilaksanakan dengan pembatasan kapasitas 50 persen dari jumlah siswa yang telah divaksin. Kemudian, penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Tidak semua sekolah diizinkan melaksanakan PTM, tetapi hanya sekolah yang mencapai capaian vaksinasi siswa 80 persen, dengan pembatasan 50 persen siswa,” katanya.

Baca Juga  Pangdam Pattimura Pimpin Apel Perdana Bersama Prajurit dan PNS Kodam

Hasil uji coba PTM di tingkat SMP dan sederajat, kata dia, akan menjadi pertimbangan pelaksanaan PTM pada tingkat pendidikan lainnya. Uji coba PTM disebut sejalan dengan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang memberikan ruang belajar tatap muka, jika vaksinasi mencapai 80 persen.

“Saya juga telah meminta dinas pendidikan untuk menginventarisasi berapa jumlah siswa dan jumlah guru yang sudah divaksin pada SMP se-Kota Ambon sebagai syarat pelaksanaan PTM,” ujar Richard.

Ia mengakui, selain siswa, tenaga pendidik juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan PTM. “Saya sementara mempertimbangkan tenaga pendidik yang belum divaksin, mungkin saja mereka sementara waktu dilarang untuk mengajar, ” ujarnya.

Baca Juga  Sampai 14 Hari Kedepan Ambon Terapkan PPKM Mikro Level 3, ini Aturannya

Data Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat, capaian vaksinasi tahap pertama anak usia 12-17 tahun sebesar 57,8 persen atau 19.255 orang. Sedangkan, tahap dua sebesar 7 persen atau 2.317 orang, dari target 33.322 orang.

Sedangkan, tenaga pendidik sebanyak 5.100 tenaga pendidik tingkat PAUD – SMA sederajat. Data guru TK dan PAUD sebanyak 615, SD 3.000, SMP 1.400 dan SMA sederajat sebanyak 1.000 orang. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.