Porostimur.com, Tidore – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan masih saja mengabaikan longsor yang terjadi di area pelabuhan Speadboad, Desa Somhode, Kecamatan Oba Utara.
Dari pantauan media ini, kondisi longsor tersebut, mengakibatkan papan nama dan atap ruang tunggu pelabuhan speadboad ambruk.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian longsor itu, sudah terjadi dalam bulan Ramadhan. Namun, sampai sejauh ini, belum ada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan untuk belum melakukan perbaikan penimbunan.

“Saya sudah pernah menyampaikan ke BPBD. Setelah itu, mereka turun menindaklanjuti dan sampai saat ini,”ucap Kepala Desa Somhode, Ahmad Baharu, Selasa (23/4/2024).
Terkait dengan longsor ini, kata Ahmad, sebelumnya dari BPBD hanya menangani secara darurat dulu, agar masyarakat dapat terlayani.
“Dorang (BPBD), bilang besok, besok, besok, sampai ini, belum ada perbaikan,” ucapnya.
Sebelumnya, terkait longsor ini, pihak BPBD sudah dua kali turun untuk mengecek kondisi tersebut, namun dirinya tidak berada di tempat kejadian.
“Nanti, setelah ini, saya akan datang ke BPBD untuk mengecek kembali terkait arahan yang pernah sampaikan ke Desa,”terangnya.
Tak hanya itu, Ahmad mengakui, dari longsor tersebut, Wali Kota Tidore Kepulauan sudah mengetahui longsor di pelabuhan penyeberangan Somhode-Tidore.









