Pemprov Malut Jadikan Hotel Bintang 4 Lokasi Isolasi PDP Covid-19

oleh -668 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Hotel Sahid Bela (sebelumnya Hotel Grand Dafam) Ternate, akhirnya dipilih sebagai tempat isolasi khusus tenaga medis dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang menunggu hasil pemeriksaan spesimen.

Langkah ini ditempuh Pemerintah Provinsi Maluku Utara, setelah penetapan lokasi SKB dan BLK Ternate ditolak oleh masyarakat dan pengelola.

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir mengaku pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan pengelola hotel. Hanya saja belum dilangsungkan penandatanganan kontrak.

“Tapi mulai hari in sebagian petugas medis khususnya shift satu sudah mulai beristirahat. Kan ada dua shift,” ujarnya, Rabu (1/4/2020) di Ternate.

Tenaga medis yang mulai beristirahat di hotel pada hari ini berjumlah 10 orang. Langkah ini diambil guna mencegah penyebaran Covid-19 di sekitar tenaga medis.

Baca Juga  DPRD Kepulauan Sula Gelar Paripurna Kode Etik, Nasib FP di Ujung Tanduk

Samsuddin mengatakan, yang harus dipahami oleh masyarakat itu, tempat isolasi bukan untuk pasien yang sudah dinyatakan positif.

“Jadi (pasien) sambil menunggu pemeriksaan spesimen dari Balitbangkes, mereka kita tempatkan sementara di situ (hotel),” ungkapnya.

“Jadi, hanya tim medis dan pasien dalam pengawasan (PDP) saja yang ada di Dafam. PDP yang sebelumnya di rumah sakit namun sudah tidak ada keluhan sakit. Tapi hasil uji laboratoriumnya belum keluar. Ini yang dirawat di Dafam,” tambah Samsuddin.

Terkait biaya, Samsuddin menyebut angka 2,5 miliar per bulan yang dikeluarkan Pemprov untuk perawatan pasien dalam pengawasan (PDP) dan para tenaga medis di Dafam. Sistem pembayaran, hanya menggantikan biaya operasional, gaji karyawan, listrik, pajak dan lainnya.

Baca Juga  Desak Pecat Kades, Warga Capalulu Datangi Bupati Kepulauan Sula

“Biaya 2,5 itu tidak dihitung bayar kamar. Kalau dihitung per kamar itu sekitar 8 Miliar,” ujarnya.

Untuk sistem penempatan pasien dan tenaga medis pun dipisah. Dengan jumlah 175 kamar di hotel, diharapkan dapat memberi kenyamanan bagi pasien dan tenaga medis.

“Jumlah kamarnya 175. Tapi kita akan bagi. Di bagian sebelah kanan untuk pasien dan sebelah kiri untuk tenaga medis. Kita berharap mereka bisa nyaman dan para pasien bisa sembuh,” ujarnya. 

Sementara, data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Malut hingga Selasa kemarin, menunjukan Orang Dalam Pemantauan (OPD) makin meningkat, dari sebelumnya 242 menjadi 288 orang.

“ODP secara kumulatif 288. Yang selesai pemantauan selama 14 hari 8 orang dan yang masih dalam pemantauan 280,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Malut Rosita Alkatiri.

Baca Juga  Lantamal IX Ambon, Apel Gelar Pasukan Latihan Operasi Penanggulangan Bencana Alam

Sedangkan kasus PDP dan OTG jumlah tetap alias tidak berubah. Jumlah PDP masih tetap 9 orang dan STG 38 orang.

Lebih lanjut Rosita menyampaikan, dari 9 PDP 3 diantaranya sudah dilakukan pemeriksaan laboratorium yakni Halbar, Halsel dan di Ternate. Sedangkan 5 lainnya  on proses atau sementara dilakukan pemeriksaan laboratorium yakni 4 dari Ternate dan 1 dari Halut. “Kasus yang terkonfirmasi saat Negatif 2 orang dan 1 positif Covid-19,” jelasnya. (red/rtm)