Pemprov Malut Tak Mau Lagi Tolerir ASN Pemalas

oleh -52 views
Link Banner

Porostimur.com | Sofifi: Pemerintah Provinsi Maluku Utara  mulai 1 September 2019 mendatang, tidak lagi memberi toleransi kepada ASN pemalas.

“Mulai 1 September 2019 setiap ASN yang malas masuk kantor akan diberi sanksi tegas dan itu sudah disosialisasikan kepada seluruh ASN di lingkup Pemprov Maluku Utara pada Agustus ini,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Maluku Utara Bambang Hermawan di Ternate, Sabtu (31/8/2019).

Sanksi yang akan diberikan kepada ASN yang malas mulai dari teguran lisan, teguran tertulis sampai pada pemecatan dengan tidak hormat, sementara bagi pejabat struktural yang malas masuk kantor akan dicopot dari jabatannya.

Menurut dia, para ASN di lingkup Maluku Utara tidak bisa lagi beralasan bahwa mereka tidak masuk kantor di Sofifi karena masih tinggal di Ternate karena sesuai ketentuan faktor jauh atau dekatnya tempat tinggal tidak menggugurkan kewajiban untuk masuk kantor setiap hari kerja.

Link Banner

Apalagi Pemprov Maluku Utara telah memberikan tunjangan tambahan penghasilan  kepada ASN yang seharusnya dapat menjadi motivasi bagi para ASN untuk meningkatkan kinerja, termasuk soal kehadiran di kantor setiap hari kerja.

Baca Juga  Curi Motor Milik Tukang Ojek, Dua Pemuda Jadi Penghuni Rutan Polres Bitung

Pemprov Maluku Utara, kata Bambang Hermawan, tidak lagi mengijinkan seluruh organisasi perangkat daerah  melakukan mengontrak kantor di Ternate untuk melakukan aktivitas tertentu, karena semuanya harus dilakukan di Sofifi.

Pemprov Maluku Utara sudah membangun perumahan ASN di Sofifi, sehingga para pejabat di lingkup Pemprov Malut yang tidak memiliki rumah di Sofifi dapat memanfaatkan perumahan itu dan tidak perlu lagi bolak balik ke Ternate.

Ia menambahkan, Pemprov Maluku Utara juga mengharapkan kepada seluruh instansi vertikal tingkat provinsi yang sampai saat ini masih berkantor di Ternate untuk memindahkan aktivitas perkatorannya di Sofifi agar wajah Sofifi sebagai pusat pemerintahan provinsi lebih nampak.

ASN di lingkup Pemprov Maluku Utara yang jumlahnya lebih dari 4.000 orang umumnya masih menetap di Ternate walaupun pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara telah dipindahkan dari Ternate ke Sofifi sejak 2008 dan inilah menyebabkan banyak ASN yang sering tidak masuk kantor di Sofia (red)