Pemprov soroti masalah jumlah lulusan Akmil dan Akpol

oleh -110 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Kurangnya jatah putra-putri asal Maluku yang lolos seleksi penerimaan Akademi Militer (Akmil) maupun Akademi Kepolisian (Akpol), menyita atensi Pemerintah Provinsi Maluku.

Karenanya, Pemprov Maliku menggelar pertemuan dengan melibatkan SMA dan SMK se-Kota Ambon untuk membahas masalah dimaksud, di Lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Jumat (2/3).

Hal ini ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, usai memimpin rapat dimasksud.

”Kalau kita lihat, setiap tahun anak-anak lulusan SMA atau SMK ramai-ramai mengikuti seleksi Akmil, baik Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut maupun Akpol. Namun anak-anak kita di Maluku sangat kurang,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam tahaoan seleksi dimaksud yakni kesehatan.

Dimana, psiko test merupakan item paling penting dan sering menjadi ganjalan bagi para lulusan SMA/SMK di Maluku saat menjalani seleksi dimaksud.

Baca Juga  Mengenal Hari Tanpa Pakai Bra yang Rajai Trending Topic Twitter Hari Ini

”Mengapa kita kurang? Ini disebabkan karena ada berbagai faktor yang menyebabkan mereka tidak lulus. Pertama masalah kesehatan dan faktor yang sangat menentukan sekali yaitu psikotest. Karena ini merupakan salah satu persyaratan dasar yang mewajibkan mereka ikut seleksi dan lulus test,” jelasnya.

Meski demikian, akunya, dari sisi kualitas pendidikan Maluku sendiri tidak kalah jika dibandingkan di masalah psiko test ini, jelasnya, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan pihak TNI maupun Polri dalam bebagai kesempatan, untuk mendapatkan solusi atas masalah dimaksud.

”Nah, kita akan minta dari pihak Polda, Kodam, Danlantamal, dan Danlanud, agar perwira-perwira muda mereka yang memiliki kualitas, untuk mendidik anak-anak kita dengan memberikan kuliah khusus. Terlebih untuk psikotest dan masalah kesehatan dan faktor-faktor lain, yang mempunyai kaitan dengan seleksi penerimaan pada Akademi yang ada,” tegasnya.

Baca Juga  Kecanduan Main Tik-Tok, Istri Dileparin Suami Pakai Panci

Untuk itu, akunya, langkah awal yang ditempuh yakni menyeleksi putra-putri terbaik berkualitas yang berkeinginan mengikuti seleksi Akmil dan Akpol.

”Memang kelihatannya kita sudah terlambat, karena sudah dekat dengan waktu ujian. Tapi marilah kita lakukan pada kondisi yang sekarang ini, biar pun sedikit,” timpalnya.

Untuk tahun 2018 ini, tegasnya, dipersiapkan 100 orang lulusan dari SMA dan SMK, yang akan dibagi dalam tiga kelas, dengan pertimbangan satu kelas menampung 30 hingga 35 orang.

”Nanti setelah sekolah mereka berakhir, maka mereka akan mengikuti pendidikan khususnya psikotest. Nah di situlah kita akan melihat kemampuan mereka,” imbuhnya.

Melalui pendidkan dan pelatihan dimaksud, terangnya, diharapkan jumlah lulusan Akmil dan Akpol dari Maluku bisa terus menalami peningkatan setiap tahunnya.

Baca Juga  Gubernur Berlakukan PSBR di Maluku

”Harapan saya, tahun ini bisa diterima 10 sampai dengan 20 orang, akan sangat baik sekali. Sehingga ke depan anak-anak kita dari Maluku dapat juga mendapat jenderal di Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Kepolisian. Itu kebanggaan kita,” tambahnya.

Sedangkan untuk program pendidikan dan pelatihan dimaksud, tambahnya, diharapkan bisa terus bergulir dan berkesinambungan.

”Mudah-mudahan kesiapan ini dapat kita lakukan dengan baik, dan  program pertama ini dapat dilanjutkan di tahun yang ak an datang. Jadi ini peletakan dasar untuk tahun-tahun yang akan datang,” pungkasnya. (keket)