Pemprov Targetkan Bendungan Waiapo Rampung Tahun 2022

oleh -61 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Bendungan Waiapo di Kabupaten Buru, direncanakan sudah bisa diselesaikan pekerjaannya pada tahun 2022 mendatang.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Senin (13/7/2020).

Kasrul mengatakan, keberadaan bendungan Waiapo ini sangat strategis untuk Provinsi Maluku dalam mempersiapkan diri menuju swasembada beras.

“Kita berterima kasih kepada Kementerian PUPR dalam hal ini Balai Wilayah Sungai Maluku beserta Bupati Buru dan jajarannya dalam upaya memperjuangan hal ini, karena perjuangan kita sampai hari ini cukup panjang,” tukas Kasrul.

Link Banner

Dikatakan, dengan adanya regulasi yang mengatur tentang ganti rugi atau kompensasi maka tentunya kepentingan rakyat yang diutamakan, termasuk ganti rugi bagi 40 KK yang ada di sekitar bendungan Waiapo.

Baca Juga  Dengan Menggunakan Sepeda, Kapolda Maluku Utara Patroli Kamtibmas

Dengan diterimanya Keputusan Gubernur tentang Penetapan Besar Nilai Ganti Rugi maka diharapkan BWS bisa merealisasikan dan setelah santunan ini pendampingan dari Pemkab Buru untuk mengawal proses sampai ke tangan yang berhak.

Masih kata Kasrul, ganti rugi ini diberikan dalam bentuk tabungan. Selain itu ada permintaan untuk sarana prasarana lainnya seperti membangun asrama mahasiswa dan sebagainya.

“Kita berharap bendungan Waiapo ini memberikan multi player efek yang cukup signifikan baik untuk lingkungan maupun masyarakat di sana,” ujar Kasrul.

Sementara itu Kepala BWS Provinsi Maluku, Marval Ibnu menambahkan, pihaknya mengharapkan Bendungan Waiapo yang sudah terbengkalai 2 tahun bisa diselesaikan pada 2022 nanti.

“Kontraknya November 2017, tapi
di lapangan tidak terjadi progres kegiatan. Total anggarannya Rp2 triliun. Kalau ini bisa bergerak tentunya akan memberikan dampak positif kepada Pemkab Buru dan juga masyarakat,” jelas Ibnu.

Baca Juga  Sah, PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat Berbahaya

Dikatakan, Pemprov berkeinginan agar ketersediaan air baku dapat tercukupi.

“Kalau melihat bahwa bendungan Waiapo ini service layanannya bisa ke power plan untuk listrik 8 Megawatt dan itu cukup besar dan untuk air baku diharapkan tidak idol sekitar 500 liter/detik. Sedangkan kebutuhan yang diminta di daerah Maluku bisa mampu,” tutur dia.

Asisten II Kabupaten Buru, Abas Pellu berharap kesepakatan yang telah dibangun kepala BWS dengan masyarakat adat dimana ada 9 item, diantaranya penggusuran lokasi pemukiman masyarakat yanga ada di lereng gunung Modamohe, pembangunan asrama mahasiswa dan juga jalan dapat terealisasi.

“Kita harapkan kesepakatan-kesepakatan itu dapat terealisasi sehingga persoalan di bendungan itu bisa terselesaikan,” jelas Abas. (keket)