Penambangan Pasir di Sungai Waibau Resahkan Warga

oleh -122 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Penambangan pasir sungai di Desa Waibau, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, berdampak terhadap kerusakan lingkungan dikarenakan rusaknya ekosistem, erosi, kualitas air, dan merubah bentang alam.

Amatan porostimur.com di lokasi, Sabtu (27/6/2020), terdapat banyak lubang-lubang bekas pengerukan di sepenjang aliran sungai Waibau.

Aktifis Walhi Malut yang juga Direktur SEL-Kepsul (Sosial-Ekologi Kepulauan Sula)
Kuswandi Buamona, SH menduga, pasir tersebut adalah proyek reklamasi yang di angkut untuk penimbunan reklamasi di Pantai Fatcei dan Falahu.

Menurutnya, rata-rata tiap hari ada sekitar 6 sampai 10 truk lalu lalang keluar masuk desa Waibau.

Link Banner

Warga Desa Waibau menurutnya, menyesalkan praktik pembiaran yang berpotensi merusak lingkungan hidup tersebut.

Baca Juga  Jadwal Final Coppa Italia 2019-2020 Juventus vs Napoli Nanti Malam

“Warga yang rumahnya bersebelahan dengan sungai tersebut mulai merasa takut di musim hujan begini. Apalagi ditambah dengan banjir. Perlahan-lahan tanah yang dimiliki warga terkikis dan terbilang habis”, tukasnya.

Kuswandi menjelaskan, penggarukan pasir sungai yang diduga tanpa izin di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Waibau menyebabkan masyarakat menjadi resah, karena aktivitas penambangan liar itu, banyak jalan yang menjadi rusak, bahkan dikhawatirkan terjadi penurunan kualitas tanah yang akan menyebabkan terjadinya erosi dan pendangkalan sungai (sedimentasi).

“Padahal, Pasal 35 (i) UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil tegas menyatakan bahwa, “Dalam pemanfaatan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, setiap Orang secara langsung atau tidak langsung dilarang melakukan penambangan pasir pada wilayah yang apabila secara teknis, ekologis, sosial, dan/atau budaya menimbulkan kerusakan lingkungan dan/atau pencemaran lingkungan dan/atau merugikan Masyarakat sekitarnya”, paparnya.

Baca Juga  Update Corona 19 Agustus: Kasus Sembuh di Maluku Utara Melonjak

“Saya minta pemerintah daerah untuk segera menghentikan semua proyek tersebut, dan meminta kepada aparat hukum menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan”, pungkas Kuswandi Buamona. (ifo)