Pencuri Brankas Bapeda Buru Ditangkap

oleh -165 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Dua orang pelaku pembobol brankas berisi uang tunai dan sejumlah dokumen penting serta barang elektronik milik Badan Pengawasan Daerah (BAPEDA) Kabupaten Buru, Maluku, pada 4 Maret lalu akhrinya ditangkap Polisi.

Salah satu pelaku yakni UB (34) bahkan sempat melarikan diri ke Ambon setelah membagi hasil curian tersebut dengan rekannya.

UB ditangkap pihak aparat Polres Pulau Buru di sebuah hotel di Kota Ambon pada (6/3/2020).

Usai ditangkap tersangka kemudian dipulangkan ke Pulau Buru untuk menjalani proses hukum di Mapores Pulau Buru.

Dari hasil periksaan kedua tersangka yakni UB ( 34) dan F (19) mengaku bahwa tindakan pencurian dengan cara membobol brankas kantor BAPEDA karena himpitan ekonomi keduanya.

Baca Juga  Ditahan Imbang 2:2 oleh Puncak Kota, Loko Putra Sebut Kecewa dengan Wasit

Ironisnya, salah seorang pelaku yang berinisial UB tak lain merupakan PNS di kantor tersebut. Dirinya bahkan sudah 18 tahun bekerja sebagai pegawai di BAPEDA Kabupaten Pulau Buru.

Dari penangkapan ini, polisi berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti tiga unit leptop, satu unit handpone, cek, dokumen kendaraan kantor, uang sebesar Rp. 2.433.000 (sisa uang curian), kamera cctv, brankas serta satu buah linggis dan daster wanita yang digunakan saat membobol brankas di TKP.

Namun ada sejumlah kejanggalan yang masih terus didalami pihak kepolisian yakni tentang jumlah uang yang berada dalam brankas.

Berdasarkan penuturan bendahara Bapeda kepada pihak Kepolisian menyebutkan jumlah uang yang berada dalam brankas kurang lebih senilai Rp30 juta. Namun dari hasil pemeriksaan Kepolisian terhadap pelaku menyebutkan hanya ada kurang lebih Rp16 Juta.

Baca Juga  Walikota Ambon Lantik Raja Negeri Rutong

Ketika ditanya mengenai selisih jumlah, pihak Kepolisian yang diwakili oleh Wakapolres Buru. Kompol. Bachri Hehanusa menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan langsung tentang manakah jumlah yang benar. Namun pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait hal tersbut.

“Terkait hal itu kita masih terus dalami. Kita belum bisa memastikan kebenarannya. Olehnya itu diharap bersabar sampai proses ini selesai,” kata Hehanussa.

Sedangkan Kasatreskrim Polres Buru, AKP. Ufril Futwembun menyebutkan sampai saat ini setidaknya sudah 5 saksi yang dimintai keterangan. Kelimanya merupakan pihak dari kantor BAPEDA Kabupaten Buru.

“Sudah 5 orang. Semua dari pihak BAPEDA. Tapi kita masih akan terus mengembangkan kasus ini, melihat seperti yang tadi ditanyakan, masih ada simpang siur terkait jumlah uang yang berada dalam brangkas. Kita masih terus mengupayakan,” kata Ufril. (ima)