Pendidikian di Pegunungan Seram Utara Masih Tertinggal, Gema Penu Setara dan Komunitas Pela Buat Surat Terbuka

oleh -242 views
Link Banner

Porostimur.com | Masohi: Gerakan Mahasiswa Pegunungan Seram Utara (Gema Penu Setara) dan Komunitas Pela membuat surat terbuka untuk Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Tuasikal Abua. Dalam surat tersebut, mereka mencurahkan permasalahan terkait mutu pendidikan yang ada di Pegunungan Seram Utara.

Mereka menyatakan, dengan adanya perkembangan dalam dunia pendidikan, maka lembaga pendidikan juga harus menghasilkan sumber daya manusia yang handal. Sedangkan Pemerintah sendiri, baik Kabupaten Maluku Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku, dinilai mereka tidak memperhatikan pendidikan di Pegunungan Seram Utara.

“Bagimana mau menghasilkan sumber daya manusia yang dikatakan baik, sedangkan pendidikan tidak sama sekali diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Provinisi Maluku”, ujar Jansen, salah satu mahasiswa dari Komunitas Gema Penu Setara kepada Porostimur.com, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga  Julia Michaels Hadirkan Banger Pop-Rock ‘All Your Exes’ Sebagai Single Barunya

Dikatakannya, dari sisi sarana dan prasarana, infrastruktur pendidikan di negeri pegunungan Seram Utara, terkhususnya di 5 negeri pegunungan pelosok terpencil yaitu Negeri Manusela, Maraina, Hatuolo, Elemata dan Negeri Kaloa tidak memadai atau tidak layak dipakai untuk kebutuhan sekolah di pegunungan Seram Utara. Hal ini berbeda jauh dari misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang berbunyi, mewujudkan pendidikan yang relevan dan berkualitas tinggi, merata dan berkelanjutan, didukung oleh infrastruktur dan teknologi.

“Dari sisi lain, pendidikan di negeri pegunungan masih dianak tirikan. Mengapa demikian? Kami mempunyai adik-adik yang menempuh pendidikan diatas belum pernah mendapat pola pendidikan yang serius, karena mereka tidah tahu penerapan sistem pendidikan yang sekarang dipakai dari lembaga pendidikan terkait dengan penerapan kurikulum K-13. Adik-adik kami di negeri pegunungan tidak dapat sama sekali, maka dari itu kami rasa kami tidak dapat apa-apa dari Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi. Pola pendidikan yang setiap tahun berubah tetapi kami di negeri pegunungan tidak merasakan proses itu, kami diasingkan. Apakah kami Indonesia? Apakah kami bukan dari negara ini?”, ketusnya.

Baca Juga  Menanti Terdakwa ‘Lain’ Kasus Dugaan Korupsi GORR

Oleh karena itu, terkait dengan tertinggalnya mutu pendidikan di negeri pegunungan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah ini, maka Gema Penu Setara dan Komunitas Pela membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Kabupaten Maluku Tengah. Berikut adalah poin-poin pandangan Gema Penu Setara dan Komunitas Pela secara umum:

  1. Kurangnya tenaga guru di SD YPKK Manusela dan tidak adanya buku bacaan bagi siswa.
  2. SD Negeri Maraina kekurangan tenaga guru dan kekurangan buku mengajar siswa.
  3. SD Kecil Elamata tidak ada kepala sekolah, kekurangan tenaga pengajar, status sekolah tidak jelas dan ruangan tata sekolah tidak layak untuk digunakan.
  4. Kurangnya fasilitas sekolah di Negeri Hatuolo dan status gurunya tidak jelas.
Baca Juga  Dijemput Ratusan Pendukung, Tauhid Soleman: Euforia Jangan Berlebihan

Dengan surat terbuka ini, mahasiswa asal pegununangan sangat berharap kepada Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten untuk dapat membuka jalur transportasi guna melancarkan semua aspek yang menjadi pandangan mereka. (alena)