Penelitian Membuktikan, Menghapus Akun Facebook Memberi Dampak Positif

oleh -300 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Apa Anda memiliki akun Facebook, sudah bosan menggunakannya dan berniat menutup akun tersebut?

Empat peneliti asal Austria, Stefan Stieger, Christoph Burger, Manuel Bohn dan Martin Voracek melakukan studi pada pengguna jeraing sosial ini untuk menunjukkan dampak positif yang terjadi setelah menghapus akun masing-masing.

Di antara seluruh responden yang diambil dari 47 negara berbeda dengan intenstitas dan kebiasaan menggunakan Facebook selama 2 jam sehari, mereka ternyata memiliki alasan tersendiri di balik keputusan menghapus akun Facebook mereka, demikian dilansir Genius Beauty.

Beberapa alasan di antaranya bertujuan menjaga data pribadi, menghilangkan ketergantungan dengan dunia maya serta rasa tidak puas dan kesal terhadap perilaku pengguna facebook lainnya.

Setelah berhasil meninggalkan jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg ini, diketahui akhirnya mereka menjadi orang yang lebih sadar terhadap hal-hal yang ada di sekitar mereka, semakin tepat waktu, teliti, berhati-hati dan berwawasan lebih luas.

Menghapus akun Facebook mungkin jadi salah satu jalan keluar yang bisa diambil agar terhindar dari kemungkinan kebocoran data pribadi.

Tapi bagi kamu yang masih membutuhkan Facebook, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Agar akun Facebook-mu aman, ada beberapa data yang sebaiknya kamu hapus.

Baca Juga  Belasan Perawat RSUD dr. Haulussy Ambon Positif Terinfeksi Corona

Seperti yang dilansir dari Indy100.co.uk dalam artikelnya “12 things you might want to delete from your Facebook page”, ada beberapa data yang perlu dihapus bila ingin akunmu tetap aman.

1. Tanggal Lahir
Meski tampaknya aman, tapi sebaiknya kamu tak mencantumkan tanggal lahir di akun Facebook-mu. Tanggal lahir bisa jadi salah satu teka-teki penting yang kerap dikaitkan dengan keamanan data pribadi. Data ulang tahun yang dipublikasikan secara terbuka di Facebook pun berisiko bisa diakses oleh pihak tak bertanggung jawab untuk mengakses rekening bank dan data penting lainnya.

2. Nomor Ponsel
Sebaiknya jangan mempublikasikan nomor ponselmu di Facebook. Nggak mau kan kalau ada orang iseng dan yang tak diinginkan mengganggumu terus via telepon?

Bijak bermedia sosial./Copyright pixabay.com

3. Hapus Pertemanan dengan Orang yang Tak Dikenal
Saatnya untuk lebih selektif lagi dalam menerima ajakan pertemanan di Facebook. Saring lagi teman-teman yang masuk dalam jejaringmu. Agar aktivitasmu bermedia sosial bisa lebih aman dan nyaman, sebaiknya memang perlu menetapkan aturan yang lebih ketat terkait pertemanan ini.

4. Foto yang Bisa Memicu Predator Seksual Anak
Menurut NSPCC, lembaga pengawasan anak di Inggris, jumlah pelanggaran seksual yang tercatat telah meningkat selama setahun terakhir. Dalam laporannya, dijelaskan, “Polisi mencatat 36.429 pelanggaran seksual terhadap anak-anak di Inggris pada tahun 2013/2014 … di Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara. Itu adalah pelanggaran seksual tertinggi terhadap anak-anak dalam satu dekade terakhir, yang salah satunya berasal dari perburuan foto di media sosial.” Saatnya untuk lebih berhati-hati bila ingin mengunggah foto anak dan aktivitas yang mereka lakukan. Sekalipun dipublikasikan, ada baiknya mengaturnya untuk tidak ditampilkan publik.

Baca Juga  Moeldoko Ingin Ambil Alih Kepemimpinan Partai Demokrat Secara Inkonstitusional

5. Fitur Penanda Lokasi
Fitur penanda lokasi hanya tersedia di perangkat Android dan iPhone. Pada tahun 2015, TechCrunch melaporkan bahwa lebih dari 500 juta pengguna mengakses Facebook hanya dari ponsel mereka, yang berarti bahwa nomor yang sama memiliki potensi untuk menyiarkan lokasi mereka secara online. Fitur ini memang punya manfaat, tapi risikonya memungkinkan orang yang berniat jahat melacak lokasi kita jadi lebih mudah.

6. Detail Info Kartu Kredit
Menampilkan rincian atau detail info kartu kredit? Itu sama saja dengan mempersilakan pencuri memindahkan manfaat kartu kredit ke akun miliknya dan membuatmu jadi pihak yang membayarnya. Wah, jangan sampai deh kayak gini kejadiannya.

Baca Juga  Mentan SYL Ingin Perluas Areal Pertanian di Pulau Seram

7. Info Lokasi Berlibur
Menurut berbagai situs pengelola keuangan di internet, menyebutkan penandaan lokasi seseorang berlibur bisa memberi peluang ‘perampok’ menyasar target korbannya. Pelancong yang dirampok saat sedang berlibur bisa kesulitan mendapatkan klaim asuransi bila mereka mengunggah rencana liburan di media sosial.

8. Status Hubungan
Meski kesannya nggak ada dampak negatif yang ditimbulkan dari info ini, tapi untuk amannya mending info soal ini tak ditayangkan secara publik. Cukup orang-orang terdekat saja yang mengetahuinya.

9. Foto Boarding Pass
Saat akan liburan dengan moda transportasi udara, kadang kita sering mengunggah foto boarding pass sebagai kenangan lalu mempublikasikannya di media sosial. Hal ini sebaiknya tak kamu lakukan ya ladies. Kenapa? Barcode pada boarding pass yang berkarakter unik bisa saja digunakan untuk melacak informasi penting seputar penerbangan, atau perjalanan lainnya. Jadi, hati-hati ya.

Tanpa bermaksud menakut-nakuti, kita memang perlu lebih bijak dan berhati-hati saat menggunakan media sosial. Tak semua hal pribadi harus dipublikasikan. Tetap pertimbangkan keamanan dan kenyamanan selama kamu berinternet dan menggunakan media sosial seperti Facebook ini.

Semoga infonya bermanfaat,  (rtl/red/bs)