Pengadilan Tinggi Maluku Sunat Vonis Pembobol BNI, Tata Ibrahim

oleh -184 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pengadilan Tinggi (PT) Maluku menyunat hukuman pembobol miliaran rupiah bank BNI Cabang Ambon, Tata Ibrahim (53), yaitu dari 13,5 tahun penjara menjadi 12 tahun penjara. Apa alasannya?

Hal itu tertuang dalam putusan PT Maluku yang dikutip, Kamis (4/3/2021). Di kasus ini, Tata adalah Pemimpin Kantor Cabang Pembantu (KCP) Sombaopu.

Tata melakukan serangkaian perbuatan dengan teman kantornya Farrahdhiba Jusuf dan lainnya. Pembobolan dilakukan berkali-kali sehingga mencapai belasan miliar rupiah.

Belakangan, pihak bank mencurigai transaksi aneh di Ambon dan langsung menyidik. Komplotan ini akhirnya diringkus dan diproses ke pengadilan.

Link Banner

Pada 5 Januari 2021, PN Ambon menyatakan Tata bersalah melakukan tindak pidana koruosi dan pencucian uang secara berlanjut. Majelis menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 13 tahun 6 bulan dan denda sejumlah Rp 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Baca Juga  Personil Polres Malteng Gelar Pengamanan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Duduk sebagai ketua majelis Pasti Tarigan dengan anggota majelis Herly Liliantono dan Jeffry Yefta Sinaga. Ketiganya juga menghukum Terdakwa untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp 11,7 miliar paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap, yang diperhitungkan dari uang yang disita dari saksi dan dirampas untuk negara.

Atas hal itu, Tata mengajukan banding dan dikabulkan. Hasilnya, amar putusan berkurang.

“Menjatuhkan pidana pokok kepada Terdakwa berupa pidana penjara selama 12 tahun, dan pidana denda sebesar Rp 500 juta, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar harus diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” ucap majelis yang diketuai Eddy Parulian Siregar dengan anggota majelis Aswardi Idris dan M Djundan.

Untuk uang pengganti juga diturunkan menjadi Rp 8,139 miliar. Uang itu wajib dibayarkan paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap, yang diperhitungkan dari uang yang disita.

Baca Juga  TOP 9 Grup 2 LIDA 2020: Janna Tersenggol, Gunawan Sukses Borong Standing Ovation Juri

“Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti sebagaimana disebutkan di atas, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut; dengan ketentuan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan,” terang majelis.

Selain Tata, berikut nama-nama yang sudah dihukum Pengadilan Tinggi (PT) Ambon di kasus itu:

1. Farrahdhiba dihukum penjara selama 20 tahun dan denda sejumlah Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan dan uang pengganti Rp 22,5 miliar subsider 5,5 tahun penjara

2. Kepala Cabang Pembantu Masohi, Marce Muskita dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda sejumlah Rp 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan, dengan uang pengganti Rp 75 juta subsider 5,5 tahun penjara

Baca Juga  Demo Rusuh, PLN Putus Aliran Listrik se-Jayapura

3. Kepala Kantor Kas Mardika, Andi Yahrizal Yahya dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda sejumlah Rp.500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan dengan uang pengganti Rp 35 juta

4. Swasta, Soraya Pelu dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda sejumlah Rp 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan

5. Kepala Cabang Pembantu Aru, Joseph Resley Maitimu tetap, yaitu selama 18 tahun penjara dan uang pengganti dan uang pengganti Rp 398 juta subsider 5,5 tahun penjara

6. Kepala Cabang Pembantu Tual, Krestiantus Rumahlewang tetap, yaitu selama 18 tahun penjara dan uang pengganti dan uang pengganti Rp 50 juta.

(red/dtc)