Pengertian Isra Miraj dan Kisah Perjalanan Nabi Muhammad ke Langit Ketujuh

oleh -57 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Bagi kebanyakan umat Muslim, pasti sudah tahu pengertian Isra Miraj yang merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW menuju langit ketujuh untuk menerima perintah dari Allah SWT. Peristiwa Isra Miraj atau perjalanan Nabi Muhammad SAW menembus langit 7 tersebut terjadi pada suatu malam, pada tanggal 27 Rajab.

Sebenarnya Isra dan Miraj merupakan dua peristiwa yang berbeda. Namun, karena dua peristiwa tersebut terjadi pada waktu yang bersamaan, maka disebutlah Isra Miraj.

Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Jerusalem.
Sementara, Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari bumi menuju Sidratul Muntaha, langit ke tujuh yang merupakan tempat tertinggi.

Jadi, kedua perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW tersebut hanya ditempuh dalam waktu satu semalam.

Link Banner

Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Langit 7

Suatu hari, ketika Nabi Muhammad SAW bersama sahabat tengah menunaikan sholat di Masjid di Madinah, turunlah QS Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan umat Islam agar memalingkan wajah (berkiblat) ke Masjid Al-Haram.

Baca Juga  Konser 7 Ruang God Bless Dipersembahkan untuk Difabel Terdampak Covid-19

Dengan adanya perubahan kiblat ini, Islam tidak lantas ‘meminggirkan’ kedudukan Masjid Al-Aqsha, dan Al-Quran telah menempatkan Masjid Al-Aqsha dalam kemuliaan. Terlebih pada saat peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

Saat perjalanan bertemu dengan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW tidak hanya ditemani malaikat Jibril saja. Nabi Muhammad SAW diceritakan mengendarai Buraaq, yaitu hewan putih panjang, berbadan besar melebihi keledai dan bersayap.

Di langit tingkat pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu manusia sekaligus wali Allah SWT pertama di muka bumi, yaitu Nabi Adam AS. Kemudian di langit kedua, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya.

Lalu di langit ketiga, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yusuf, manusia tertampan yang pernah diciptakan Allah SWT di bumi. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan dan sampai di langit keempat dan bertemu Nabi Idris.

Baca Juga  Tunjuk Murad Ketua DPD PDIP Maluku, Langkah DPP Dinilai Tepat

Selanjutnya di langit kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Harun. Pada langit keenam, Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril bertemu dengan Nabi Musa. Perjalanan terakhir, Nabi Muhammad SAW ke langit ketujuh bertemu dengan sahabat Allah SWT, bapaknya para nabi, yaitu Nabi Ibrahim AS.

Kemudian, Nabi Ibrahim mengajak Nabi Muhammad SAW pergi ke Sidratul Muntaha sebelum bertemu dengan Allah SWT untuk menerima perintah wajib sholat. Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon yang menandai akhir dari batas langit ke tujuh.

Di Sidratul Muntaha inilah Nabi Muhammad SAW berdialog dengan Allah SWT, untuk menerima perintah wajib sholat lima waktu dalam sehari. Setelah menerima perintah tersebut, Nabi Muhammad SAW kembali ke bawah dan bertemu dengan Nabi Musa.

Baca Juga  KPU Buru Plenokan pembentukan PPK pada 10 kecamatan

Kemudian, Nabi Musa menyarankan kepada Nabi Muhammad SAW untuk meminta keringanan kepada Allah SWT. Setelah tiga kali menghadap Allah SWT, Nabi Muhammad SAW akhirnya diberikan keringanan oleh Allah SWT untuk melaksanakan sholat lima waktu.

Tuntas sudah perjalanan Nabi Muhammad SAW melakukan Isra Miraj. Itulah pengertian Isra Miraj dan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW. Selamat Isra Miraj 1442 H/2021. (red)