Pengiriman Ternak Dari Buru Sudah Sesuai Prosedur

oleh -56 views
Link Banner

Porostimur.com | Buru: Aktivitas jual beli ternak berupa Kerbau dari Kabupaten Buru yang dilakukan oleh beberapa pembeli dan penjual ternak untuk dikirim ke luar daerah Kabupaten Buru sudah sesuai dengan prosedur, diantaranya izin dari Dinas Peternakan dan Karantina Hewan di Kabupaten Buru.


Hal itu dikatakan oleh salah satu pejabat kantor Administrasi Pelabuhan Namlea Rauf Tuanany, kepada media pers, Kamis (10/10/219) di Namlea.

Rauf menuturkan, pengiriman hewan ternak yang dibeli dari Kabupaten Buru dan dikirim keluar daerah melalui pelabuhan Namlea sudah melalui pentahapan adminiatrasi, diantaranya: Surat Jual Beli Ternak dari Pembeli dengan Penjual yang di sahkan juga oleh pihak Polsek setempat.

Kemudian, Surat Izin Pengeluaran Ternak dari Dinas Peternakan dan Surat Karantina Hewan dari Dinas Terkait. Setelah it baru di proses pengajuan SPB (Surat Persetujuan Berlayar) setelah memenuhi keseluruhan syarat Clereance In-Out di Kantor Syahbandar.

Rauf manambahkan, urusan administrasi terkait ijin itu selama aktivitas tersebut berlangsung dilaksanakan dan di akomodir pada dinas setempat yakni Kabupaten Buru.

Baca Juga  Ratusan putra Papua tak lolos polisi, massa duduki kantor DPRD dan MRP

Disinggung mengenai ijin keberangkatan melalui Pelabuhan Namlea, Rauf mengatakan, pihaknya melakukan tugas sesuai kewenangan mereka dimana jika setiap aktivitas harus ada izin dari dinas terkait dan semua dokumen terpenuhi baru kapal pemuatan tersebut diberangkatkan.

“Jika semua dokumen belum lengkap, maka kapal juga tidak akan diberangkatkan,” tegasnya.


Diketahui, pembelian hewan ternak di Kabupaten Buru sudah berlangsung beberapa tahun. Namun tidak pernah dipermasalahkan.

“Karena setiap aktivitas tersebut memiliki kelengkpan dokumen sesuai dengan prosedur,’ lanjut Rauf.

Menurutnya, semua aktivitas yang dilakukan di Pelabuhan Namlea harus ada dokumen kelengkapan dari aktivitas tersebut.

“Jika kelengkapan dokumen sudah terpenuhi, maka tugas Syahbandar memberi ijin untuk memberangkatkan kapal. Sebaliknya, jika dokumen kelengkapan tidak terpenuhi, maka Syahbandar tidak akan memberangkatkan kapal,” pungkasnya. (ima)