Pengukuhan Adat Desa Adaut, Selaru, KKT Berlangsung Meriah

oleh -125 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pengukuhan Adat yang berlangsung di Desa Adaut ini dihadiri oleh Asisten III Bidang Umum Administrasi Bupati KKT serta Camat Selaru Danramil, Kapolsek dan masyarakat Adaut, di depan kantor Desa Adaut, Jumat (30/4/2021).

Pengukuhan Adat ini dianggap sebagai kearifan lokal adat istiadat yang pernah terputus dimasa kepemimpinan kades sebelumnya, sehingga di kesempatan ini dikembangkan kembali agar kearifan adat istiadat ini bisa berjalan dengan baik.

Dilihat dari perkembangan sekarang banyak yang lupa dengan kearifan lokal adat istiadat yang mereka miliki contohnya kearifan lokal ini yang sudah tertanam dari moyang kita tapi bisa saja terputus dalam tangan kepemimpinan yang tidak menghargai Adat istiadat yang merupakan aturan atau tata kelakuan yang dihormati dan dipatuhi oleh masyarakat secara turun temurun. Fungsinya untuk mengatur masyarakat agar tercipta ketertiban di suatu daerah.

Baca Juga  Kakankemenag Ambon Hadiri Pembukaan UAMBN Tingkat Madrasah Aliyah se-Maluku

Sehingga kemarin Desa Adaut melakukan Pengukuhan Adat kepada Kepala Desa Terpilih kemarin, yang akan memegang Adat tertinggi di Desa Adaut itu sendiri.

Roberth Fenanlambir, Masyarakat desa Adaut menjelaskan kepada wartawan Porostimur.com lewat telepon, Terkait prosesi pelantikan adat ini yang merupakan suatu tradisi yang harusnya terlaksana, karena memang kita sebagai orang Tanimbar yang tidak terlepas dari adat istiadat sehingga prosesi adat itu merupakan suatu ikatan juga sebagaimana kita meyakini bahwa kita punya datuk-datuk itu turut campur tangan dalam segala proses kehidupan hingga hari ini oleh karena itu, dalam proses pendampingan kedepan secara kepemimpinan ya tetap katong juga selalu menghadirkan mereka para datuk-datuk atau moyang moyang supaya kepemimpinan itu boleh berjalan dengan baik.

Baca Juga  SKK Migas Antipasi Berkurangnya Serapan Pembeli Gas Bumi

“ini sebenarnya kalau kita berbicara dari segi keyakinan segi agama yang mungkin agak melenceng sedikit cumanya yang namanya tradisi mungkin ada sedikit ada sedikit perbedaan yang namanya tradisi biasanya begitulah jadi setiap kepala desa baru berhak untuk ada dalam prosesi pelantikan adat,” pungkasnya. (nicolas)