Penjelasan BMKG Soal Gempa Halmahera Barat & Catatan Sejarah Tsunami

oleh -22 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan bahwa gempa tektonik yang terjadi Ahad pagi (6/8/2020) pukul 09.21.13 WIT di Halmahera Barat, Maluku Utara tidak berpotensi tsunami.

Sebelumnya BMKG mengumumkan bahwa gempa ini memiliki magnitudo 5,9 tetapi hasil analisis BMKG menunjukkan parameter update gempa ini memiliki magnitude 6,0.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 07.47 WIB pagi ini belum terjadi aktivitas gempa susulan (aftershock),” ujar Daryono melalui keterangan tertulisnya, Ahad (6/9/2020)

Daryono juga mengatakan bahwa episenter gempa ini terletak pada koordinat 1,78 LU dan 126,64 BT, tepatnya di laut pada jarak 121 km arah Barat Laut Jailolo, Halmahera Barat dengan kedalaman 59 km.

Link Banner

Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Baca Juga  Gempa Hari Ini Guncang Ambon, Magnitudo 3.3

Guncangan gempabumi ini dirasakan di: -Ternate, Tidore, Sofifi, Halmahera Barat, dan Halmahera Utara dalam skala intensitas III-IV MMI -Bitung dalam skala intensitas II-III MMI -Manado, Siau, dan Tahuna dalam skala intensitas II MMI.

Berdasarkan definisi MMI I-IV, BMKG menjelaskan detailnya yakni:

I MMI: Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI: Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Baca Juga  Wiranto Suruh Pengungsi Gempa Ambon Pulang ke Rumah Karena Jadi Beban Pemerintah

Lokasi gempa Maluku Utara berada di zona aktif gempa

Menurut kajian seismisitas BMKG, wilayah yang menjadi pusat gempa signifikan pagi ini memang merupakan kawasan zona aktif gempa pada bulan Agustus 2020.

Zona sumber gempa Maluku memiliki catatan sejarah tsunami destruktif, seperti:

(1) Tsunami Banggai-Sangihe 1858 yang menyebabkan seluruh kawasan pantai timur Sulawesi, Banggai, dan Sangihe dilanda tsunami,

(2) Tsunami Banggai-Ternate 1859 mengakibatkan banyak rumah di pesisir disapu tsunami,

(3) Gempa Kema-Minahasa 1859 juga memicu tsunami setinggi atap rumah-rumah penduduk,

(4) Tsunami Gorontalo 1871 juga menerjang di sepanjang pesisir Gorontalo,

(5) Tsunami Tahuna 1889 menerjang kawasan pesisir Tahuna setinggi 1,5 meter,

Baca Juga  Ketua Komnas HAM Sambangi Gubernur Maluku di Ambon

(6) Tsunami Kepulauan Talaud 1907 menerjang pantai setinggi 4 meter,

(7) Tsunami Salebabu 1936 menyapu pantai setinggi 3 meter. (red/tirto)