Penyampaian Veni Terkait Pemotongan BSP, Dibantah Pemilik e-warung Ibu Selatan

oleh -44 views
Link Banner

Porostimur.com|Jailolo: Dugaan adanya pemotongan Bantuan Sosial Pangan (BSP) oleh pemilik e-warung Desa Adu, Kecamatan Ibu Selatan setiap kali melakukan transaksi sebagaimana yang diadukan oknum Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yakni Veni Maweat pada Rabu, 12 Agustus 2020 kemarin, dibantah oleh pemilik e-warung.

Pemilik e-warung Desa Adu, Reli Wisie Tumbilung, saat ditemui wartawan di desa tersebut, Kamis (13/08/2020) mengatakan, sejauh ini tidak pernah ada pemotongan BSP kepada KPM setiap kali transaksi.

“Memang ada informasi pemotongan tersebut diberikan kepada ketua kelompok, namun kami selaku pemilik warung yang dipercayakan oleh Dinas Sosial sebagai warung penyaluran BSP tidak melakukan pemotongan tersebut”, akunya.

“Bahkan saya selaku pemilik E-warung, juga membantu kepada KPM untuk mengantar sembako mereka ke rumah mereka (KPM) masing-masing,” imbuhnya.

Link Banner

Terkait adanya informasi tentang pemotong dua butir telur atas permintaan Camat Ibu Selatan sebagaimana pengakuan KPM itu, Reli mengaku semua itu tidak benar.

Baca Juga  Analisis Isu JPO, Drone Emprit Sebut Anies Menikmati Promosi Gratis

“Memang saya sempat menyampaikan kepada KPM agar dilakukan pemotongan satu butir telur setiap KPM untuk diberikan kepada pekerja yang membantu melayani penyaluran BSP, dan itu disetujui oleh KPM”, tukasnya.

“Akan tetapi kami (pemilik E-warung) tidak melakukan pemotongan,” terang Reli.

Sementara itu, pihak Dinsos Halbar, dalam hal ini Kabid PFM, Bina Sosial dan Kesra Asrawi yang didampingi Seksi Penyuluhan Herlina H Nurdin, Kortek TKSK Kabupaten Husain M Ali, langsung mendatangi Kecamatan Ibu Selatan guna memastikan informasi tersebut.

“Kami langsung melakukan pertemuan dengan para KPM BSP Kecamatan Ibu Selatan”, kata Asrawi.

“Jadi dari hasil pertemuan dengan KPM Ibu Selatan, memang ada beberapa keluhan adanya pemotongan yang dilakukan oleh TKSK Kecamatan Ibu Selatan, tetapi langsung diklarifikasi oleh Tresiya selaku pendamping kepada para KPM yang hadir,” katanya.

Baca Juga  Aparat Belanda Temukan 25 Orang di Dalam Kontainer Berpendingin Tujuan Inggris

Asrawi menjelaskan, pemotongan yang terjadi itu bukan dari pemilik d-warung, melainkan partisipasi dari KPM kepada ketua-ketua kelompok mereka saat akan melakukan transaksi, sebabkan di Kecamatan arae blank spot sehingga transaksi harus dilakukan di Jailolo, dan KPM BSP memberikan uang transportasi kepada ketua-ketua kelompok, namu itu bukan perintah TKSK melainkan kesepakatan para KPM.

Asrawi juga menegaskan dalam setiap transaksi BSP tidak ada pemotongan atau pungutan – pungutan dari pendamping atau pemilik e-warung.

“Ketika ditemukan maka akan langsung diganti atau bahkan yang bersangkutan diberhentikan maupun e-warung yang bersangkutan diganti kalau itu ditemukan,” tegasnya. (ash)