Penyanyi ini Tewas Tersulut Kembang Api di Hadapan Penonton saat Konser

oleh -33 views
Link Banner

Porostimur.com | Spanyol: Seorang penyanyi pop dan penari yang bertalenta tewas disembur kembang api saat tampil dalam konser yang diselenggarakan di Spanyol.

Joana Sainz tengah tampil dalam Spain’s Super Hollywood Orchestra ketika aksi panggungnya berubah menjadi bencana, dengan videonya tersebar di media sosial.

Dilaporkan kembang api itu meledak tepat di perut Penyanyi 30 tahun tersebut, ketika 1.000 orang memadati konser yang dilansungkan di Las Berlanas, barat daya Madrid.

Diwartakan Daily Mirror Minggu (1/9/2019), tirai panggung segera turun, dengan Joana Sainz mendapat perawatan dari paramedis dan dokter yang kebetulan memang datang menonton.

Link Banner

Setelah itu, Joana Sainz segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun nyawanya tak bisa diselamatkan.

Baca Juga  Tak Ada Ucapan Dukacita untuk Mendiang Djoko Santoso, Akun Jokowi Disorot

Konser itu langsung dihentikan ketika Joana Sainz terhantam sebelum pukul 02.00 waktu setempat.

Saksi mata menuturkan mereka mendengar bunyi keras dan melihat si Penyanyi terkapar di lantai panggung sebelum tirai turun.

Penonton pun hanya bisa terpaku menatapnya.

https://www.youtube.com/watch?v=E3nVMTjLaNk
Sumber: YouTube

“Ada dua roket. Satu mengarah ke bagian kanan dan satu lagi menghantam si Penyanyi tepat di bagian perut,” ungkap Penonton yang melihat kejadian tersebut.

Harian lokal El Diario Montanes memberitakan, Joana Sainz yang berasal dari Santander merupakan anggota dari grup penari yang bertanggung jawab atas koreografinya.

Layanan darurat 112 mengonfirmasi insiden itu terjadi pukul 01.49 dengan ambulans datang 25 menit kemudian. Dia dibawa ke Rumah Sakit Avila dalam keadaan tak sadar.

Baca Juga  Polsek Saparua Beri Bantuan Pada Masyarakat Pasca Gempa

Super Hollywood Orchestra beranggotakan 15 orang, termasuk musisi, Penyanyi, dan penari yang dikombinasikan menggunakan penampilan yang begitu spektakuler.

Polisi menuturkan penyelidikan digelar untuk mencari penyebab insiden.

Diduga insiden itu terjadi karena kegagalan mekanisme efek khusus saat pertunjukan.

Isidro Lopez yang merupakan promotor acara mengungkapkan, mesiu untuk kembang api dirancang terbakar antara 15-20 detik, dan digunakan dalam enam tahun terakhir. (red)