Perang Besar di Depan Mata, USA Terima Tantangan Perang China Langsung Pasang Rudal di Kapal US Navy

oleh -18 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Amerika dan China terus saling mengancam dengan kekuatan militer untuk saling mengalahkan.

Kedua negara ini secara teknis sudah berhdap-hadapan di Laut China Selatan untuk saling saling serang

China terus melakukan ancaman dan tantangan ke militer Amerika dengan harapan negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia itu mundur dari berbagai front termasuk di Laut China Selatan atau LCS

Amerika bukannya takut, malah menerima tantangan China itu dengan memasang semua senjata canggih yang dimiliki peda armada kapal perang yang siap berperang dengan China.

Link Banner

Isyarat tantangan terbuka untuk berperang telah dilakukan oleh China beberapa waktu lalu.

Salah satunya dengan pembuatan kapal induk terbaru untuk Angkatan Laut Tiongkok.

Bahkan pembuatan kapal berskala besar tersebut dimaksudkan untuk menjadi tandingan berbagai kapal perang canggih milik lawan mereka.

Pembuatan kapal induk ini disebut sebagai respon dari kenekatan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang menyeberangi selat Taiwan.

Padahal hubungan antara China dengan Taiwan saat ini sedang memanas akibat perbedaan pendapat.

Hal itu disebut-sebut oleh pihak China sebagai provokasi dan telah menghina kedaulatan Tiongkok.

Baca Juga  Hadiri Undangan Kemendikbud, Bupati Danny Paparkan Potensi Rempah di Malut

Kini Xi Jinping tengah mengobarkan semangat perang untuk melawan musuh-musuh yang dirasa telah mengganggu kedaulatan China.

Perhatian publik dunia pun kini tertuju pada dua negara yang memiliki armada perang cukup besar ini.

Sebab kedua belah pihak bisa jadi pemicu pecahnya perang dunia ketiga yang mungkin tak bisa dibendung oleh banyak pihak.

Salah satu indikasi perang akan segera meletus adalah rencana Angkatan Laut AS baru-baru ini.

Rencana tersebut berkaitan dengan usaha melengkapi sederet armada tempur milik Paman Sam dengan rudal hipersonik seri terbaru.

Bahkan rudal yang bertenaga nuklir ini diyakini mampu menjadi pemicu konflik di masa mendatang oleh banyak ahli.

Melansir dari Defense News, penasihat keamanan nasional AS , Robert O’Brien pada hari Rabu (21/10/2020) mengungkapkan armada kapal selam Virginia hingga sejumlah kapal perusak telah disiapkan.

Penyiapan tersebut untuk memasang rudal hipersonik itu ke armada-armada yang telah ditentukan tersebut.

“Kemampuan ini akan digunakan pertama kali di kapal selam kelas Virginia kami yang baru, serta kapal destroyer dari kelas Zumwalt. Kemudian, kapal destroyer kelas Arleigh Burke akan menyusul dalam penggunaan rudal hipersonik,” ungkap O’Brien seperti dikutip Defense News.

Baca Juga  Kapolda Maluku Sertijab Empat Pejabat Utama dan Kapolres Aru

O’Brien menambahkan adanya penambahan kemampuan dari beberapa armada ini membuat strategi menahan target yang berisiko datang dari jarak jauh cukup besar.

Namun demikian, masih ada beberapa kendala yang menjadi penghambat realisasi pemasangan rudal hipersonik tersebut.

Antara lain adalah ukuran boost-glide yang terasa terlalu besar untuk dipasang pada sistem rudal Aegis pada kapal sekelas Arleigh Burke.

Dalam beberapa waktu ke depan, penyesuaian desain akan menjadi fokus agar pemasangan rudal hipersonik bisa dilakukan tanpa kendala.

Defense News juga melaporkan bahwa perombakan besar-besaran ke sistem rudal hipersonik ini akan melibatkan seluruh elemen pembuatan kapal yang ada di AS.

Prosesnya pun akan berlangsung hingga bertahun-tahun ke depan.

Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Michael Gilday mengatakan pekan lalu, bahwa dirinya ingin meningkatkan daya tembak pada seluruh armada kapal yang bergerak di permukaan laut.

Baca Juga  Wadan PMPP TNI Kunjungi Yonif 731/Kabaresi

Menurut Gilday, armada kapal Arleigh Burkes dianggap lebih berpeluang menjadi model utama untuk generasi kapal perang berikutnya jika dibandingkan dengan kelas Zumwalt.

Dalam sebuah wawancara dengan Air Force Magazine tanggal 1 Oktober lalu, Mayor Jenderal Andrew Gebara, direktur rencana strategis Komando Serangan Global Angkatan Udara, menjelaskan bahwa rudal hipersonik mampu melesat dengan kecepatan hingga 6.000 mil per jam.

“Benda ini mampu melesat hampir 1.000 mil dalam 10-12 menit. Itu luar biasa,” ungkap Gebara kepada Air Force Magazine, seperti dikutip Sputnik News.

“Senjata tersebut secara ‘unik’ akan dibawa oleh bomber B-52 Stratofortress, yang telah menerima sejumlah peningkatan baru yang memungkinkannya untuk menembakkan rudal jarak jauh,” ungkap Komandan Komando Serangan Global Angkatan Udara Jenderal Timothy M. Ray. (red/kcm)