Porostimur.com, Tel Aviv – Perang antara Israel dan Iran diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi Tel Aviv. Kementerian Keuangan Israel memperkirakan dampak ekonomi konflik tersebut bisa mencapai 9 miliar shekel atau sekitar USD2,9 miliar (Rp49 triliun) setiap pekan.
Konflik yang kini memasuki fase intensif itu terus memicu serangan balasan antara kedua pihak. Israel menggambarkan perang melawan Iran dengan pendekatan yang mirip seperti operasi militer terhadap aktor non-negara, meski Iran merupakan negara berdaulat dengan populasi lebih dari 90 juta jiwa dan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Serangan Diperkirakan Berlanjut
Sejumlah sumber militer Israel menyebutkan pemboman terhadap Iran diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya dua pekan ke depan. Strategi tersebut, menurut narasi yang disampaikan kepada publik Israel, bertujuan melemahkan situasi internal Iran dan membuka peluang munculnya pemberontakan terhadap pemerintah di Teheran.
Israel juga disebut menilai bahwa perubahan politik di Iran—termasuk kemungkinan munculnya pemerintahan yang lebih bersahabat—akan menjadi faktor penting untuk menghentikan operasi militer.
Namun sejumlah pengamat menilai membunuh para pemimpin Iran tidak akan secara otomatis mengubah dinamika politik di negara tersebut.












