Perbaikan Ulang Jalan Lapen Poros Mako-Kayeli Hampir Tuntas

oleh -97 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Pembangunan ulang jalan lapisan penetrasi makadam (Lapen) Poros Mako–Kayeli sepanjang 1.6 km hampir selesai.

Pembongkaran dan pembangunan kembali jalan Lapen sejauh 1.6 km ini merupakan hasil dari temuan proyek yang dikerjakan tidak sesuai bestek, sehingga Dinas PU Provinsi Maluku meminta pihak rekanan untuk membongkar dan memperbaiki kembali jalan tersebut.

Pembongkaran dilakukan hanya sejauh 1.6 km dari proyek utama yakni sejauh 5,8 km yang menelan anggaran Rp 9.757.332.209.

Hal itu dijelaskan Hamdi, penanggungjawab pekerjaan Proyek Jalan Lapen Poros Mako-Kayeli yang melintasi Desa Waelo, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, kepada awak media di lokasi proyek, Jum’at (19/3/2021).

Link Banner

Menurut Hamdi ruas jalan yang dikerjakan PT Vidi Citra Kencana mulai dikerjakan Bulan Desember tahun 2020 lalu. Dan masa pemeliharaannya sampai Mei tahun 2021 nanti.

Hamdi baru dipercayakan menangani proyek tersebut setelah salah satu rekan kerjanya yang bertanggungjawab di sana telah diberhentikan oleh perusahan.

Langkah tegas itu dilakukan, karena rekan kerjannya lalai, sehingga ada bagian jalan sepanjang 1,6 km di poros tersebut harus dibongkar dan dibangun baru.

“Ibu Cece (Ivana Quelju) yang perintah bongkar setelah diberitahu oleh pihak Dinas PU Maluku, kalau ada basic atau pekerjaan dasar sekitar 1,6 km konstruksinya kurang memuaskan. “Beliau tiga hari di lokasi proyek mengawasi pembongkaran dan bangun baru,” akui Hamdi.

Baca Juga  Warga Desa Auponhia Keluhkan Upah Kerja Jembatan Air Bugis

Setelah Hamdi dipercayakan menggantikan rekannya, ia bersama para karyawan terus mengebut pekerjaan yang dibongkar.

“Ini kegiatan penyiraman aspal terakhir dan seluruh ruas jalan 5,8 km telah berfungsi dengan baik,” tandas Hamdi.

Bukan bermaksud menyombongkan diri, maupun perusahan PT Vidi Citra Kencana pimpinan Ivana Quelju, penanggungjawab proyek di Poros Mako Kayeli ini berani menepuk dada, kalau jalan lapen terbaik kini ada di poros tersebut.

Guna mencapai kualitas lapen yang bagus, sesuai kontrak, lanjut Hamdi, di poros jalan tadi dilakukan timbunan biasa dan berlanjut dengan timbunan pilihan. Baru dilakukan pemadatan dengan alat berat.

Kemudian pengujian abrasi dan kepadatan. Ini basic atau dasar kekuatan lapen di situ, karena di lapen sekarang tidak lagi menggunaksn batu kelapa (batu besar sebagai basic).

Baca Juga  Militer Iran Siaga Tinggi, Kapal Induk AS Ditarik dari Timur Tengah

Sesudah itu dilakukan primkut untuk dudukan batu ukuran 5 – 7 cm dan lanjut dengan batu ukuran 3 – 5 cm . Lanjut dengan kompect (pemadatan pakai fibrator roller) lalu disirami aspal.

Berlanjut dengan pemasangan batu ukuran 2-3 cm dan 1-2 cm lalu diaspal lagi.

Di pekerjaan ini, tutur Hamdi, manajemen perusahan menginginkan agar jalan lapen itu yang paling terbaik dari lapen serupa yang dikerjakan oleh rekanan lain.

Karena itu, aspal yang disiram tidak langsung ditutupi pasir dan dianggap selesai sebagaimana di kontrak.

Tapi ada tambahan blending batu medium 0,5 cm baru disiram aspal lagi satu kali .”Pasir diganti dengan abubatu yang biasanya digunakan di jalan hotmix. Dengan tambahan batu medium dan juga abubatu supaya lapisan permukaan jalan lebih licin,” papar Hamdi.

Ditanya berapa besar dana yang dikeluarkan untuk batu medium dan abubatu? Hamdi dengan rendah hati mengakui, kalau material ini mahal di pasaran.Tapi tidak mahal amat karena perusahan mereka punya tempat olahan batu medium dan abubatu.

Baca Juga  Tim asistensi sosialisasi material dan limbah berbahaya

Sementara Kabid Bina Marga PU Maluku, Aty Tuanaya ikut membenarkan ada ruas sepanjang 1,6 km yang dibongkar. “Kita sudah ganti, bongkar. Malah kontraktornya ganti dengan material mahal,” ungkap Aty Tuanaya.

Ruas itu dibongkar, karena sejumlah pihak di lapangan lalai melakukan pengawasan sebelum liburan karena situasional saat itu di lapangan ditambah pelaksanaan pekerjaan masuk akhir tahun yakni Desember 2020,

Tuanya bilang, pihaknya tidak akan mentolerir pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kepentingan masyarakat di atas segalanya di jalan tersebut.

Belum lagi, proses audit yang siap menanti di belakang hari, sehingga tidak ada kata main-main.

“Kita serius, makanya kita kirim orang turun, pastikan masalah itu. Dan semua sepakat harus bongkar, ganti material,” ungkapnya. (ima)