Peringati 59 Tahun Trikora, Mahasiswa Papua di Ambon Sebut Referendum Solusi Demokrasi

oleh -35 views

Porostimur.com | Ambon: Peringati 59 tahun Tri Komando Rakyat (Trikora), mahasiswa Papua di kota studi Ambon yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Asosiasi Mahasiswa Penggunungan Tengah Pegununggan Tengah se-Indonesia (AMPTPI) menyampaikan 15 poin pernyataan sikap.

Abner Holago, penanggung jawab aksi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Porostimur.com, Ahad (20/12/2020) menegaskan bahwa Trikora adalah awal penjajahan yang terjadi di tanah Papua.

Menurutnya, sejak 1 desemser 1961, bangsa Papua sudah merdeka, namun presiden Soekarno berupayah untuk menghilangkan sejarah kemerdekaan West Papua lewat pembentukan Trikora 19 Desember 1961.

“Setengah abad bukan waktu sebentar tapi tidak ada perubaha. 59 tahun bangsa West Papua mengalami diskriminasi, intimidasi, rasisme, genosida secara perlahan tanpa ada perubahan dan penegakan hukun yang tidak jelas,” kata Holago.

Baca Juga  Indosat Business Kenalkan 3 Pilar Smart Campus untuk Masa Depan Berbasis AI

Senada di sampikan Person Elopere yang mengajak seluruh mahasiswa West Papua untuk bangkit dan melawan.

Selain itu ia menyuarakan agar dunia internasional untuk mendukung perjuangan penentuan nasib sendiri bangsa West Papua dan mengakhiri penjajahan di tanah Papua.