Pada peringati Hari Ibu kali ini, bahasa Tidore dalam pandangan kami sudah mulai hilang. Mengapa, disebabakan anak-anak muda saat iini sudah jarangan menggunakan bahasa Tidore.
Apalagi dalam era perkembangan saat ini, sudah masuk pada literasi digital. Tentunya kita dengan mudah mendapatkan informasi yang cepat.
“Insyah Allah dengan ilmu literasi, perempuan mampu berdaya dengan bermitra dengan berbagai pihak, baik Perpusatakaan daerah maupun komunitas literasi”
Disarankan dari salah satu pegiat Literasi Rian Kamary, kata dia, kita akan berencana membukkan buku dengan bahasa Tidore dan Indonesia.
Ketua Pengurus Wilayah Salimah, Nya Patty mengatakan, Salimah sudah melakukan program yajg lebih diarahkan pada peningkatan perempuan sebagai madrasyah pertama untuk mendidik generasi menjadi pemimpin yang sekarang.
Di era digital saat ini, dia bilang, kepada orang tua harus mempunyai pengetahuan dan edukasi sehingga anak-anaka nantinya tidak terjebak pada informasi yang membuat masa depan berhenti.
“Hari Ibu yang digelarkan di tahun ini, bukan sekedar mengenang atau membahagiakan ibu kita saja. Namun, ibu harus dimaknai secara luas dengan meningkatkan kualitas dirinya maupun perempuan di indonesia maupun di Kota Tidore Kepulauan untuk membimbing generasi ke depan lebih baik lagi,” paparnya.










