Peringati Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara 2022, ini Pesan Jomima Ihalewey

oleh -145 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Perempuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Pengurus Harian Komunitas (PHKom) Honitetu memperingati Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) 2022 sekaligus perayaan ke-23 Tahun berdirinya AMAN pada Kamis (17/3/2022).

Kegiatan yang digelar di Uraur (Liyaule), Negeri Honitetu, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat ini, dihadiri langsung oleh Pengurus Dewan AMAN Nasional Region Kepulauan Maluku Jomima Ihalewey.

Kegiatan ini berlangsung dengan mengusung tema “Tangguh di Tengah Krisis, Perkuat Solidaritas, Pulihkan Kedaulatan.”

Ihalewey dalam sambutannya mengatakan, perempuan adat harus bersatu untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat secara kolektif.

“Katong sebagai perempuan adat harus bersatu untuk memperjuangkan katong punya hak-hak adat, baik itu tanah, hutan, dan lain sebagainya,” kata dia.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 7.2 Guncang Labuha, Maluku Utara Minggu, Berikut Info BMKG

Lanjut Ihalewey, dengan semangat merayakan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara dan HUT AMAN ke-23 ini, kita sebagai perempuan adat Honitetu tetap tangguh menghadapi krisis karena alam kita kaya.

“Tetap membangun solidaritas yang bermula dari perempuan adat untuk memperkuat citra perempuan adat Honitetu yang diibaratkan mata sagu, mata sagu harus dijaga dan dilindungi agar tumbuh menjadi rumpun sagu yang merupakan sumber kehidupan, begitu pula perempuan adat,” ujar Penulis Kisah Perempuan Mata Sagu itu.

Anak-anak dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Uraur Nuduasiwa (IPPMUN) terlihat sangat antusias mengampanyekan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat adat. Mereka mengenakan pakaian bernuansa adat Maluku, melakukan arak-arakan sepanjang jalan sambil membawa poster-poster kampanye bertagar #SahkanRUUMasyarakatAdat.

Baca Juga  Hadiri Raker APEKSI, Pasha Ungu Nyanyi Tiga Kali di Acara HUT Kota Ambon ke 444

Poster-poster tersebut bertuliskan “Lawan perampasan ruang-ruang hidup masyarakat adat; lestarikan budaya, selamatkan kekayaan bangsa; selamatkan masyarakat adat dari konflik agraria; perempuan adat adalah ibu bumi; perempuan adat adalah ibu generasi; perempuan adat, harga diri masyarakat adat; jangan kebiri hak-hak masyarakat adat; wilayah adat punya hak untuk lestari; adat dan budaya adalah identitas anak adat; dan beta anak adat, ale anak adat, katong wajib jaga adat.”

Selain pegelaran karnaval, ada juga ritual adat, dan makan patita (makan bersama).

Tokoh adat Honitetu Petrus Serihollo mengatakan, kegiatan ini sudah berjalan dengan baik. Semoga perempuan adat Honitetu selalu bisa mempertahankan peran ini dan menjadi teladan untuk menjaga kelestarian adat dan budaya.

Baca Juga  Fonseca Senang dengan Kemenangan AS Roma

Sementara itu, Ketua Perempuan AMAN PHKom Honitetu Tina Makotto mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada rekan-rekan perempuan dan segenap pendukung kegiatan.

“Beta berterimakasih kepada rekan-rekan perempuan AMAN PHKom Honitetu sebagai penyelenggara untuk kerjasamanya dan juga kepada seluruh pendukung acara yang ikut berpartisipasi hingga terlaksananya kegiatan ini dengan begitu baik,” ungkap dia. (Akib)