Perkawinan Anak Masih Kerap Terjadi di Maluku Utara

oleh -56 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perkawinan anak di Maluku Utara masih sering dijumpai. Untuk itu, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) terus melakukan sosialisasi sebagai langkah pencegahan.

Kegiatan sosialisasi Penghapusan KDRT dan Pencegahan Perkawinan Anak merupakan kerja sama Dinas PPPA Malut dengan Tim Penggerak PKK yang dilaksanakan di Kelurahan Fitu, Ternate, pada 2 Mei 2021 dan Kelurahan Kastela 3 Mei 2021.

Acara itu dihadiri langsung Ketua TP PKK Kota Ternate Merlisa Tauhid, Wakil Ketua 1 Lili Jasri, serta Wakil Ketua Nurjannah Jusuf Sunya.

Dalam sambutan tertulisnya, Merlisa mengungkapkan apresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut di Kota Ternate. Apalagi hal itu sejalan dengan peran perempuan dalam pendidikan anak.

Sosialisasi penghapusan KDRT dan perkawinan anak. (Istimewa)

“Ini juga merupakan implementasi jawaban dari 5 arahan Presiden dalam mendukung program-program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ucap istri Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman ini.

Baca Juga  Nikki Haley Bisa Jadi ’’Kartu’’ Melawan Harris

Sementara Kadis PPPA Malut, Musyrifah Alhadar menekankan terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Di dalam Perpres itu disebutkan usia pernikahan di atas 19 tahun.

Ironinya, pernikahan anak di bawah umur masih sering terjadi dan bahkan seakan menjadi hal biasa. Padahal kata Musyrifah, anak-anak masih memiliki masa depan yang harus dikejar. Jika menikah dini tentu sangat berpengaruh pada mental apalagi masa depannya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada orangtua sedapat mungkin memberikan hak-hak mereka sebagai anak, seperti hak hidup, hak tumbuh kembang, hak atas pendidikan, hak mengembangkan kreativitas, serta hak mereka dalam mengeluarkan pendapat.

“Sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang pintar dan kuat serta berprestasi dalam menjalani hidup mereka kelak,” ujar Musyrifah, Selasa (4/5/2021) melansir tandaseru.com.

“Sebagai orang tua sudah sepatutnya kita mendampingi dan mengawasi anak-anak kita sampai mereka bisa mandiri,” sambungnya.

Baca Juga  Gandeng HPAI dan RSUD Sanana, SDIT Insan Cendekia Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis

Terlebih lagi, Kota Ternate telah ditetapkan sebagai kota layak anak tingkat madya. Upaya pencegahan harus terus ditingkatkan dengan melibatkan berbagai stakeholders.

“Sehingga predikat layak anak madya itu dapat dipertahankan. Bila perlu terus berupaya agar naik menjadi kota layak anak nindya maupun utama,” tegasnya.

Musyrifah menambahkan, kegiatan sama juga akan dilaksanakan di Desa Susupu, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, dalam waktu dekat.

Tak lupa, Musyrifah mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan memakai masker, karena saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

(red/tsc)