Perkuat Customer Base, BRI Salurkan Stimulus

oleh -9 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI akan fokus pada nasabah mikro-kecil dan ultra mikro untuk menggenjot kredit. Alasannya, masih banyak dari segmen itu yang belum terlayani oleh lembaga pembiayaan formal dan di antaranya mengandalkan rentenir.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, ada dua segmen yang akan digenjot. 

Pertama, ialah segmen mikro-kecil eksisting yang telah menjadi nasabah BRI. Ia ingin segmen tersebut naik kelas.

“Tadi saya sebutkan bahwa sumber pertumbuhan baru BRI itu ada dua, di mana terhadap nasabah eksisting terutama nasabah mikro dan kecil itu kita dorong untuk bisa naik kelas. Berbagai program kita jalankan, kita aplikasikan untuk mendorong supaya pengusaha-pengusaha mikro yang sudah menjadi nasabah BRI ini naik kelas dan itu merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru,” paparnya, Jumat (29/1/2021).

Kedua, pihaknya akan menyasar segmen ultra mikro. Dia menjelaskan, masih banyak dari segmen ini yang belum terlayani dengan lembaga pembiayaan formal.

Baca Juga  Syarif Hadler Kembali Pimpin PPP Maluku

Dia menyebut ada sekitar 57 juta pengusaha dengan pinjaman di bawah Rp 10 juta, di mana baru 20% yang terlayani oleh lembaga pembiayaan formal. Pihaknya akan menyasar 80 juta pengusaha ultra mikro yang belum terlayani. Sunarso menuturkan, sekitar 5 juta masih terlayani oleh rentenir dengan bunga yang mahal.

“Dan yang masih membutuhkan pendanaan besar dan mereka baru sedikit sekali yang disentuh lembaga pembiayaan formal. Bahkan data kita detil kita punya bahwa sekarang ini mereka itu mencari sumber pendanaan itu sekitar 5 juta masih dilayani oleh rentenir dengan bunga yang mahal,” paparnya.

Kemudian, ada sekitar 7 juta yang mencari pembiayaan dengan meminjam kepada kerabat. Lalu, ada sekitar 18 juta yang tidak tahu mau meminjam ke mana.

Baca Juga  Wagub Hadiri Pengukuhan Raja Negeri Allang

“Jadi pasarnya masih cukup besar sehingga kita akan menyasar yang kita sebut yang lebih kecil dari mikro atau ultra mikro,” tambahnya.

BI akan menjalankan strategi go smaller yakni menyasar nasabah-nasabah kecil tersebut. Pihaknya akan mempercepat proses dengan digitalisasi. Kemudian akan memperpendek tenor karena banyak pedagang yang membutuhkan dana harian.

Lebih lanjut, ia mengaku mendapat manfaat dari penyaluran stimulus pemerintah. Sebab, penyaluran stimulus ini memperkuat basis data BRI.

“Memperkuat customer base BRI dengan menyalurkan stimulus. Kita juga akan memiliki data base calon-calon nasabah,” tutupnya.

(red/dtc)