Persinggahan Sementara

oleh -446 views

“Noah, kau kah itu?”
“Iya ini aku! Apa kau ingat?”
Melihat orang yang selama ini kurindukan, refleks melangkahkan kakiku dan segera memeluknya erat. “Kau kembali! Aku tidak menyangka hal ini akan terjadi.”
“Aku merindukan Rika selama tinggal di luar negeri. Apa kau baik-baik saja tanpa aku, Rikaku?”

Dia benar-benar mengingatku, jantungku berdetak kencang disertai pipi yang merona karena sebuah kata yang diucapkannya, yaitu Rikaku! “Tidak, aku merasa hampa jika ditinggal olehmu. Aku sungguh merindukanmu Noah! Kau datang disaat yang tepat. Masuklah, kau pasti lelah setelah perjalanan panjang.”

Aku mempersilahkan tamu yang datang. Menyuruhnya duduk dan tidak ambil tugas di kediamanku. Kami saling memandang sebelum memulai percakapan yang panjang. Hatiku yang terbalut luka, perlahan disembuhkan oleh ceritanya yang ringan dan menenangkan.
“Dia tetap Noah yang kukenal. Setelah berpisah bertahun-tahun, syukurlah dia masih mengenaliku.” ucapku dalam hati.

Baca Juga  Minta ASN Jaga Opini WTP, Wali Kota Ambon Ancam Blacklist Pihak Ketiga "Nakal"

“Jadi, bagaimana kehidupanmu saat berada di luar negeri?”
“Seperti yang tadi kau dengar. Terasa berbeda tapi tetap sama karena kau tidak ada.”
“Astaga, kau ini ada-ada saja!” aku menepuk pundaknya diiringi tawa kami yang memenuhi satu ruangan.

“Bagaimana denganmu Rika? Kau bilang kau tidak baik-baik saja..” raut khawatir mulai terpancar dari wajahnya.
“Eh? Tadi aku hanya bercanda, aku baik-baik saja kok.”
“Jangan bohong..” kekhawatirannya kini beralih ke ekspresi kesal.
“Aduh-aduh.. Jangan begitu, aku sungguhan kok.”
“Aku bisa menebaknya dari wajahmu. Kau habis menangis kan? Lihat kantong matamu, ck.”
“Apa sejelas itu? Padahal aku sudah membersihkan wajah tadi pagi.”

No More Posts Available.

No more pages to load.