Persinggahan Sementara

oleh -451 views

“Rika! Berjanjilah untuk tetap bertahan dan tunggu aku! Aku pasti akan menjemputmu!”
“Ya! Kau juga, jangan lupakan aku Noah!”

Jalan kami memang jauh berbeda, tetapi takdir berhasil mempertemukan kami kembali. Aku berharap bisa terus bersamanya sampai kapanpun. Hari-hari yang kulewati terasa lebih ringan saat bersamanya. Aku sudah tidak merasa kesepian lagi. Berkatnya, aku bisa berdamai dengan dunia dan kehidupanku. Dia berhasil membuka hatiku serta menghilangkan pemikiran sempit yang selama ini terus menghantuiku. Kami juga berhasil merajut benang yang sempat terputus. Waktu menggiring kami untuk saling menaruh rasa antara satu sama lain.

“Rika.. Ayo kita menikah!” ia mengucapkannya dengan penuh keyakinan. Namun aku bisa melihat wajahnya yang semerah tomat saat mengatakannya.
Aku sudah siap menerimanya dan yakin akan hukum pernikahan, tidak ragu untuk menyetujuinya “ya! Aku mau, ayo kita menikah Noah!”
Tidak berselang lama, sebuah cincin terpaut pada jari kami masing-masing. Dengan penuh haru, Noah mendaratkan kecupan hangat di atas dahiku. Aku membalasnya dengan pelukan erat menyambut hubungan kami yang baru.

Baca Juga  KNPI Malra Siap Gelar Musda, Nuhuyanan Tekankan Peran Pemuda sebagai Mitra Kritis Pemerintah

“Cantik.” ucapnya sembari mengangkat tubuhku terbang ke udara.
“Sungguh aku tidak percaya kau akan melamarku! Noah aku mencintaimu..”
“Aku juga.. Rikaku…”

No More Posts Available.

No more pages to load.