Persinggahan Sementara

oleh -458 views

Menjelang resepsi pernikahan, kami tak henti-hentinya memastikan keadaan satu sama lain. Tidak dapat dipungkiri, ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupku. Begitu pula dengan Noah yang tak melepas pandangannya dariku. Ini terasa seperti keajaiban. Waktu terus berlalu, pesta telah usai. Kami juga sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Sekarang adalah waktu untuk beristirahat, kami harus mempersiapkan diri sebelum bulan madu. Tempat yang cukup jauh memaksa kami untuk menginap di suatu hotel.

“Noah ini sudah malam, sebaiknya berangkat besok saja.”
“Tidak, kita tidak boleh terlambat.”
“Tapi Noah-” dengan cepat Noah merangkulku menuju mobil yang sudah terparkir. Aku tidak bisa menghentikannya lagi jika sudah begini.

Baca Juga  Minta ASN Jaga Opini WTP, Wali Kota Ambon Ancam Blacklist Pihak Ketiga "Nakal"

Mobil melaju kencang melewati pepohonan lebat di malam yang sunyi. Hatiku mulai berdegup diiringi rasa cemas yang tak karuan. Sekilas Noah melirik wajahku dan segera menggenggam tanganku sembari berkata bahwa kami akan segera sampai. Sejenak diriku kembali rileks sebelum kilatan cahaya menyambar kearah kami. Dengan sekejap mobil yang kami tumpangi hilang kendali dan menabrak pembatas jalan hingga terpental sejauh beberapa kilometer.

Tubuhku terasa berat. Seketika aku tersadar, Noah memelukku dengan tubuh yang bersimbah darah. Aku syok dan menangis sejadi-jadinya. Aku tidak percaya hal ini akan terjadi.

No More Posts Available.

No more pages to load.