Pertamina MOR VIII Maluku-Papua Raih 3 Penghargaan dari KLHK

Porostimur.com | Jakarta: PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku-Papua menerima tiga penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) Hijau.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada Rabu (8/1/2020) di Gedung 2 Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat.

Adapun ketiga penghargaan tersebut dikategorikan dalam sub sektor migas distribusi. Ada tiga wilayah operasi Pertamina MOR VIII yang menerima penghargaan tersebut.

“Pertama Fuel Terminal Wayame, Kota Ambon, Provinsi Maluku yang menerima tiga kali penghargaan pada 2016, 2017, dan 2019. Kedua Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pattimura, Kota Ambon, Provinsi Maluku yang menerima dua kali penghargaan pada 2018 dan 2019. Terakhir, DPPU Babullah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara yang baru menerima penghargaan pada tahun ini,” ujar Unit Manager Communication, Relations and CSR MOR VIII Brasto Galih Nugroho di Jayapura, Selasa (14/1/2020).

Atas prestasi ini, Brasto pun mengungkapkan rasa bangganya terhadap Pertamina MOR VIII yang sudah berulang kali menerima penghargaan.

“Kami bangga bahwa setiap tahunnya bisa menerima PROPER Hijau dan selalu mengalami peningkatan, dan hal itu terjadi lagi tahun ini, sebelumnya tahun 2019 kami mendapatkan 2 penghargaan PROPER Hijau dan tahun 2018 1 penghargaan PROPER Hijau”, akui Brasto.

Selain tiga wilayah tersebut, sebenarnya semua Pertamina MOR VIII baik Fuel Terminal maupun DPPU di wilayah Maluku-Papua sudah mendapatkan predikat Proper Biru. Artinya, seluruhnya telah mematuhi dan taat peraturan lingkungan hidup.

“Selain 3 lokasi operasi yang mendapat PROPER Hijau tersebut, terdapat 14 lokasi operasi lainnya yang mendapatkan predikat PROPER Biru atau telah memenuhi dan taat pada peraturan lingkungan hidup”, imbuhnya.

Sebagai informasi, PROPER merupakan penilaian kinerja pengelolaan lingkungan suatu perusahaan yang memerlukan indikator yang terukur yang diterapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Tujuannya untuk meningkatkan peran perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan sekaligus menimbulkan efek stimulan dalam pemenuhan peraturan lingkungan dan nilai tambah terhadap pemeliharaan sumber daya alam, konservasi energi, dan pengembangan masyarakat. (red/rtm/gsc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: