Pertamina Rugi Rp 11 Triliun, Ahok Sebagai Komisaris Dibully hingga Jadi Trending Topic di Twitter

oleh -143 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: PT Pertamina (Persero) dilaporkan mengalami kerugian, Ahok yang menjabat komisaris Pertamina pun jadi sasaran hujatan.

Sasaran itu menyebabkan nama Ahok menjadi trending topic malam ini.

Selama semester I 2020 atau di tengah penyebaran virus corona, tercatat perusahaan mengalami rugi bersih sebesar US$767,91 juta setara Rp11,13 triliun (mengacu kurs Rp14.500 per dolar AS).

Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan berhasil meraup laba sebesar US$659,95 juta, atau Rp9,56 triliun.

Nah tanpa perlu mengetahui relevansinya netizen pun langsung menyalah Basuki Tjahaya Purnama sebagai biang keladinya. 

tribunnews
Ahik jadi trending topic gegara pertamina alami kerugian, padahal penyebab kerugian masalah lain. (Twitter)

Berikut hujatan netizen dan pembelaan terhadap Ahok terkait kerugian Pertamina.

@BebAyu28 : Kagak nurunin BBM.. masih juga rugi, ambyarrr Ahok.

@mugiRhrj: Ahok kenapa lagi dia? Kok trending

@Arulbaex: Rugi Mulu..!! Katanya Ahok membawa angin segar Kalao rugi yg segar apanya..!!

@AnakLolina2:”Kadrun Bodoh, kerugian ini terjadi akibat kurangnya konsumsi BBM di masa sulit, otomatis tidak ada pemasukan bahkan rugi. Kenapa malah hujat Ahok? Maksudnya kalian kalau rizieq jd presiden lalu segalahnya berjalan lancar?

@ferwandes: Harga BBM gak turun masih rugi.wkwkkw Klo gak ada pak Ahok Pertamina bisa rugi 50 T loh…trimakasi pak ahok

@BayKadek: Ahok menurut gua wajar merugi orang” dlm 5 bln terakhirkan jarang keluar. Maka dari itu sobat kurun yg pinter” tolong otaknya di pake dikit jangan sampe bertitel tapi otaknya gak wkwkwk

@_go_ne_: Untung ada Ahok Pertamina cuma rugi 11T, kalo nggak Pertamina bakal rugi 12T.

Baca Juga  Putusan Dianggap Menyimpang, PN Sanana Didemo Panwas

@WisnuRamadi: Untung ada Ahok. Kalau tidak ada beliau, kerugian Pertamins bisa mencapai Rp 55 T.

@gerendelopat: Ahok hebat donk

@Nggedabbruz: Ahok Komut Pertamina: Kemarin Terdepak dari Fortune Global, Sekarang Rugi Rp11,327 Triliun

Kinerja PT Pertamina (Persero) di semester I-2020 kurang menggembirakan setelah membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 767,91 juta (Rp11,13 triliun)

Capaian ini berbalik dari Semester I tahun lalu yang masih meraih laba bersih sebesar US$ 659,95 juta.

Menurut Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, industri minyak dan gas (migas) di masa pandemi covid-19 ini memang cenderung merugi. Sebabnya, perusahaan migas terpukul dari dua sisi, baik hulu maupun hilir.

“Saya kira kondisi Pertamina juga demikian. Dihadapkan pada harga minyak yang rendah dan konsumsi sektor pengguna BBM dan gas masih relatif rendah,” sebut Komaidi seperti dikutip dari Kontan.co.id, Senin (24/8).

Meski begitu, Komaidi berpandangan bahwa Pertamina memiliki peluang untuk memperbaiki kinerja pada sisa tahun ini.

Hal itu dapat dikejar seiring dengan pemulihan ekonomi di tengah penanganan covid-19 yang meningkatkan konsumsi BBM dan gas.

“Jika pemulihan ekonomi yang sedang diupayakan pemerintah berjalan dengan baik saya kira dampaknya akan positif bagi semua pihak termasuk Pertamina yang sebagian besar pendapatan usahanya dari sisi hilir,” kata Komaidi.

Baca Juga  Bahas Peningkatan Infrastruktur Telekomunikasi, Walikota Temui Direktur BAKTI & Komisaris PT. Telkom

Merujuk laporan keuangan yang dipublikasikan pada situsnya, hingga 30 Juni 2020 kerugian yang diderita Pertamina tak lepas dari anjloknya penjualan dan pendapatan usaha.

Penjualan dalam negeri minyak mentah, gas bumi, energi panas bumi dan produk minyak tercatat hanya US$ 16,56 miliar atau merosot 20,91% dibandingkan semester I-2019.

Secara keseluruhan, total penjualan dan pendapatan usaha lainnya sebesar US$ 20,48 miliar di akhir Juni 2020. Lebih rendah 19,81% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 25,54 miliar.

Pengamat migas dari Universitas Trisakti Pri Agung Rakhmanto memang mengamini pandemi covid-19 yang memukul demand migas telah menekan kinerja perusahaan yang bergerak di sektor ini.

Kendati begitu, dia menilai perlu dilihat lebih rinci lagi, apa saja penyebabnya Pertamina bisa berbalik rugi atau mengalami penurunan laba yang lebih dari 100% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Kata Pri, strategi mitigasi yang perlu dilakukan Pertamina di sisa tahun ini akan sangat bergantung pada penyebab utama dari kerugian yang timbul pada paruh pertama lalu. “Perlu dilihat apa yang menjadi penyebab utama dari kerugian sebesar itu.

Karena dengan tingkat kerugian sebesar itu, meskipun demand dan pasar migas sudah mulai pulih, tentu akan memperberat upaya dalam bisa membukukan laba di tahun ini,” terang Pri.

Baca Juga  Danrem 152/Baabullah Pimpin Upacara Pemberangkatan Satgas 732/Banau Ke Maluku

Tiga Penyebab Rugi

Dihubungi terpisah, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman membeberkan tiga alasan kerugian yang diderita Pertamina.

Pertama, terjadinya penurunan harga minyak mentah dunia. Kedua, penurunan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri hingga mencapai 30% saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ketiga, pergerakan nilai tukar dollar yang berdampak pada rupiah sehingga terjadi kerugian selisih kurs di Pertamina.

“Sepanjang Semester I-2020 Pertamina menghadapi triple shocks,” kata Fajriyah seperti dilansir Kontan.co.id, Senin (24/8).

Dia juga berdalih bahwa dari sisi Laba Operasi dan EBITDA Pertamina berhasil mencapai kinerja positif, masing-masing sebesar US$ 443 juta dan US$ 2,61 miliar. “Menunjukkan kegiatan operasional tetap berjalan dengan baik,” sebut Fajriyah.

Kata dia, Pertamina masih optimistis akan ada pergerakan positif hingga akhir tahun nanti, sehingga bisa meraih laba.

Hal itu tak lepas dari perkembangan terkini, mengingat harga minyak dunia yang sudah naik perlahan serta konsumsi BBM industri maupun retail yang juga semakin meningkat.

“Pertamina optimis sampai akhir tahun akan ada pergerakan positif sehingga ditargetkan laba juga akan positif,” pungkas Fajriyah. (red/rtm/tribuntimur)