Pertumbuhan Ekonomi China Sentuh Titik Terendah dalam 27 Tahun

oleh -129 views
Link Banner

@porostimur.com | Beijing:  China melaporkan data pertumbuhan ekonomikuartal II 2019. Dari data disebutkan pertumbuhan ekonomi China mencapai 6,2 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II 2019, terendah dalam 27 tahun.

Lesunya data pertumbuhan ekonomi ini merupakan dampak perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari CNBC, Senin (15/7/2019), angka pertumbuhan ekonomi tersebut sejalan dengan ekspektasi para analis pada jajak pendapat Reuters. Pun realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan 6,4 persen pada kuartal I 2019.

Capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 tersebut merupakan yang terendah sejak kuartal I 2019. Adapun sepanjang semester I 2019, pertumbuhan ekonomi China mencapai 6,3 persen.

Link Banner

Dilansir kompas.com, Biro statistik China menyatakan, perekonomian negara tersebut mengalami situasi yang kompleks, yakni meningkatnya ketidakpastian eksternal. Tidak hanya itu, ekonomi China juga menghadapi tekanan penurunan baru dan akan berupaya meyakinkan adanya pertumbuhan ekonomi yang solid.

Baca Juga  BPH dan UPZ Bank DKI Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih untuk Pengungsi Liang

Sebagai informasi, perang dagang dengan AS yang terjadi selama berbulan-bulan memberatkan ekonomi China.

“Ketidakpastian yang disebabkan perang dagang AS-China adalah faktor penting dan kami pikir ini akan terus terjadi, meski ada gencatan senjata terkait (penerapan) tarif, ” kata Tom Rafferty, ekonom di The Economist Intelligence Unit.

Rafferty menuturkan, kalangan bisnis masih skeptis bahwa AS dan China akan mencapai kesepakatan dalam skala besar. Mereka pun memandang ketegangan perdagangan masih akan memanas lagi.

Vishnu Varathan, kepala ekonom Asia dan Oseania di Mizuho Bank menyebut, lesunya pertumbuhan ekonomi China pada kuartal II 2019 dapat menyebabkan guncangan di seluruh Asia.

“(Ini terjadi) apabila perlambatan itu menyebabkan kekhawatiran mengenai ketegangan perdagangan,” ujar Varathan.

Baca Juga  Makna Karya Lagu Torang GPM Sebagai Kado Spesial dari Mayau untuk GPM

A boy wearing an U.S. t-shirt waves a Chinese national flag in Tiananmen Square in Beijing, China May 7, 2019. Picture taken May 7, 2019. REUTERS/Thomas Peter

Gagalnya upaya perbaikan

Langkah yang diambil pemerintah Cina guna mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti pemotongan pajak besar-besaran senilai hampir 2 triliun yuan (€ 258 miliar), sejauh ini juga gagal mengimbangi perlambatan.

Pada hari Senin, bank sentral Cina juga merampungkan pemotongan rasio cadangan bank untuk bank-bank berukuran kecil hingga menengah.

Namun kemunduran tetap terjadi meski pada bulan Juni sempat terdapat beberapa titik terang dalam perekonomian, seperti kenaikan output industri sebesar 6,3 persen dari tahun sebelumnya, dan penjualan ritel melonjak 9,8 persen, tercepat sejak Maret 2018.

Baca Juga  Kepala Desa di Halmahera Selatan Dukung Perang Lawan Politik Uang dan Hoax

Konflik perdagangan antara Cina dan AS telah memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi global.

Dua raksasa ekonomi dunia ini telah memberlakukan hambatan tarif perdagangan dengan nilai mencapai 360 miliar dolar AS terhadap barang-barang yang berasal dari dua negara ini. Pembicaraan di tingkat tinggi sejauh ini belum berhasil menjembatani perbedaan antara kedua belah pihak. (red)