Pesparani Nasional II di NTT, LP3KD Maluku mulai siapkan ”kuda-kuda”

oleh -55 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : 2 pekan berselang sudah sejak Pesta Paduan Suara Rohani (Pesparani) Nasional I digelar di Kota Ambon.

Guna mengevaluasi program yang baru saja dituntaskan itu, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik  Daerah (LP3KD) Maluku gelar rapat kerja (raker), di salah satu hotel di Ambon, Selasa (20/11).

Raker ini turut dihadiri oleh Forkompimda, Kakanwil Kementrian Agama, Uskup Diosis Amboina, Mgr. P. C. Mandagi,MSC, Pengurus LP3KD Provinsi Maluku dan Kabupaten/Kota, para wakil Uskup, Ketua Kontingen Pesparani, peserta dan panitia Raker serta tamu undangan lainnya.

Salah satu agenda yang akan dibicarakan yakni terkait kesiapan dan penetapan program kerja untuk menunjang rencana pelaksanaan Pesparani Nasional ke II yang direncanakan akan digelar LP3KN di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat membacakan sambutan Gubernur Maluku, Kepala Biro (Karo) Organisasi Sekretariat Provinsi (Setprov) Maluku, Titus Renwarin, menegaskan raker ini juga akan menetapkan berbagai kebijakan serta melakukan sinkronisasi kebijakan pusat bagi penataan berkelanjutan kelembangaan LP3KD Maluku.

Baca Juga  Forkopimda Halbar Gerakan Menanam Padi di Tengah Persoalan Covid-19

”Pemda Maluku mendukung sepenuhnya program kerja yang akan dilaksanakan oleh LP3KD Maluku bagi pengembangan kualitas umat Katolik Maluku. Oleh karena itu, mari kita bangun komunikasi dan koordinasi dalam rangka sinkronisasi program dan kegiatan LP3KD itu sendiri,” ujarnya.

Sebagai upaya untuk menjaga dan membangkitkan potensi umat Katolik, jelasnya, keberadaan LP3KD sangat penting.

Dimana, wadah ini bermanfaat bagi pengembangan bakat dan potensi umat secara inkulturatif guna memberikan warna bagi kepentingan Gereja Katolik secara khusus dan nasional.

”Dengan demikian saya berharap umat Katolik dapat berperan menjadi pilar utama dalam menjaga kerukunan dan toleransi baik intern maupun antar umat beragama. Sehingga tercipta sebuah kondisi saling menerima dan menghormati keyakinan masing-masing,” tegasnya.

Baca Juga  Tahapary Berbagi Hewan Kurban Bagi Warga Jazirah Leihitu-Salahutu

Selain menyampaikan ucapan terima kasih, terangnya, Gubernur Maluku pun mengapresiasi LP3KD maupun masyarakat Maluku, yang telah bersama-sama mendukung penyelenggaraan Pesparani hingga lancar dan sukses.

Kesuksesan penyelenggaraan Pesparani itu sendiri, tambahnya, merupakan bukti nyata kerjasama dan keseriusan Pemerintah Maluku bersama seluruh masyarakat dan lapisannya, maupun pemangku kepentingan lainnya yang ada di Maluku.

”Juga kerjasama yang baik dari seluruh masyarakat Maluku, sehingga membuktikan bahwa toleransi dalam keberagaman merupakan suatu hal yang hakiki dalam konsep hubungan sosial masyarakat yang dapat diwujudkan,” pungkasnya. (vanessya)