Pesta joget picu baku lempar di Tawiri

oleh -77 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Aksi baku lempar batu kembali terjadi di pelosok Kota Ambon.

Kali ini aksi ini melibatkan kelompok pemuda di Negeri Tawiri, tepatnya kelompok pemuda asal Kampung Pisang dengan kelompok pemuda Dusun Wailawa.

Meningkatnya tensi kedua kelompok pemuda ini sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya, dan pada Minggu (11/3), sekitar pukul 01.20 Wit, tensi ini memuncak hingga terjadilah insiden dimaksud.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari tubuh aparat kepolisian, menyebutkan salah satu saksi di lokasi kejadian, Novita Helaha (26), mengaku bara saja pulang dari acara pernikahan anak dari salah satu anggota DPRD Maluku, Richard Rahakbauw,SH.

Saat baru melintasi TKP di pertigaan Pasar Tawiri, akunya, ia dicegat beberapa pemuda seraya melarangnya melalui lokasi dimakasud.

Pasalnya, sedang terjadi baku lempar antara kedua kelompok pemuda.

Belum selesai mendengar informasi lanjutan, tiba-tiba saja bagian tumit kaki bagian kanannya terkena lempara batu yang tidak diketahui dari mana asalnya.

Diakuinya, ia langsung dievakuasi warga sekitar namun sempat mendengar informasi bahwa aksi baku lempar ini dipicu adu mulut saat pest joget digelar beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Meski demikian, ia sendiri tidak tahu dengan jelas asi adu mulut ini melibatkan siapa saja.

Selain Helaha, saksi di TKP sekaligus pemilik kios, Iyan Lebesuban (49), menjelaskan bahwa pada saat kejadian ia sementara menjaga kios miliknya, sekitar pukul 01.00 Wit.

Saat itu, didengarnya lemparan batu mengenai atap kiosnya sebanyak 3 kali.

Dalam hitungan detik saja, akunya, beberapa orang daari kelompok pemuda Dusun Wailawa berlarian akibat adanya lemparan batu tadi.

Takut insiden ini bakalan memanjang dan menelan korban lebih banyak, ia pun menuju Mapolsek kawasan Bandara Pattimura seraya melaporkan kejadian ini.

Sekitar pukul 01.25 Wit, jelasnya, personil Polsek Kawasan Bandara Pattimura mendatangi TKP, jugu disusul personil TNI AU RI dan personil Polsek Teluk Ambon, seraya saling membantu mengamankan situasi.

Baca Juga  Polres Halbar Amankan 605 Liter Cap Tikus dan Sageru

Sempat terdengar beberapa kali letupan senjata api laras panjang milik personil TNI AU untuk membubarkan massa kedua kelompok pemuda yang bersitegang.

Sayangnya, situasi belum sepenuhnya kembali normal, karena masih ada suara-suara teriakan dari kedua belah pihak dan beberapa kali lemparan batu.

Sekitar pukul 02.35 wit, Raja Negeri Tawiri, Yopi Tuhuleru, akkhirnya tiba di TKP sekitar pukul 02.35 Wit.

Ia pun berusaha menenangkan kedua kelompok pemuda dengan menjanjikan memfasilitasi dan mempertemukan warganya yang terlibat aksi ini, agar segera dapat dicari akar permasalahannya.

Tak lama berselang, kedua kelompok pemuda tersebut terlihat sudah mulai tenang walau ada sedikit beberapa lemparan yang tidak jelas darimana asalnya.

Baca Juga  Rangkaian Paschal Triduum 2020 di Tahta Suci Vatikan Gunakan Protokol Covid-19

Kondisi di TKP semkain terkendali sesudahnya, setelah pada pukul 02.37 Wit, 1 regu personil unit PRC Sat Sabhara Polres P. Ambon dan Pp. Lease bersama 1 regu personil PRC Dit Sabhara Polda Maluku tiba di lokasi dan membantu meangamankan situasi dan bersama-sama personil lainnya yang sudah ada di TKP.

Aparat yang ada kemudian menghimbau warga untuk tenang dan kembali ke rumah masing-masing.

Sekitar pukul 03.00 wit, situasi terpantau mulai mereda, warga berangsur-angsur meninggalkan lokasi kejadian dan kembali ke rumah masing-masing.

Infiormasi yang berhasil dihimpun aparat di lokasi kejadian aksi ini dipicu karena kesalahpahaman antar eklompok pemuda yang disebabkan oleh salah satu pemuda, Ia Mailuhu.

Sedianya, hari ini Senin (12/3), Raja Negeri Tawiri kelompok pemuda yang bertikai dan mencari solusi dari permaslahan yang terjadi. (keket)