Petinggi KAMI Ditangkap, Gatot Nurmantyo: Syukur Alhamdulillah

oleh -98 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo meminta publik untuk tidak mengkasihani para petinggi KAMI yang ditangkap polisi. Gatot justru mengajak publik untuk bersyukur.

Gatot meminta publik tidak perlu meributkan para aktiivis KAMI yang hingga kini masih ditahan di Bareskrim.

Ia memastikan, para aktivis KAMI merupakan pejuang, bukan karbitan.

“Teman-teman jangan ributkan teman kita yang lagi ditahan di Bareskrim. Mereka semua pejuang bukan karbitan!” kata Gatot seperti dikutip dari Hops.id dan Suara.com, Rabu (14/10/2020).

Link Banner

Gatot menyebut kehadiran KAMI di Indonesia untuk memperbaiki kekacauan memang berisiko tinggi.

Namun, para aktivis yang tergabung di KAMI sudah memahami risiko tersebut dan siap melanjutkan perjuangan.

“Kami sudah menghitung segala risiko sampai risiko terberat. Kami sudah siap lahir batin, maka tidak perlu diributkan apalagi dikasihani. Justru ada berkah dan kami mengucap syukur alhamdulillah,” tutur Gatot.

Gatot meyakini para aktivis KAMI sudah memiliki mental kuat dan siap menerima konsekuensi apapun.

Baca Juga  Pangdam Pattimura Goyang Kaka Enda dan Meti Kei Bersama Insan Pers

Bahkan, Gatot juga mengklaim para aktivis KAMI itu akan tetap senyum ceria meski berada di balik jeruji tahanan.

“Kalau ragu atas pernyataan kami, silakan jenguk dan lihat pasti disambut dengan senyum ceria. Jadi itulah insan KAMI. Semakin ditekan semakin bangkit! Lanjutkan perjuangan saudaraku!” tegasnya.

Petinggi KAMI Ditangkap, Gatot Nurmantyo: Syukur Alhamdulillah
Mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. (Suara.com/Yosea Arga)

8 Petinggi KAMI Ditangkap

Sebanyak delapan anggota KAMI ditangkapo polisi terkait aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Penangkapan anggota KAMI, salah satu kelompok yang kritis terhadap pemerintah, terjadi di tengah polemik soal “aktor intelektual” di balik kerusuhan dalam unjuk rasa menentang omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja.

KAMI membantah tudingan bahwa mereka berperan dalam kerusuhan, menyebut penangkapan ini merupakan bagian dari “pola lama” mengambinghitamkan kelompok yang berseberangan dengan pemerintah.

Baca Juga  Cegah Penyebaran COVID-19, PKB Maluku Bagikan Masker Kepada Pedagang Pasar

Mereka adalah Juliana, Devi, Khairi Amri, dan Wahyu Rasari Putri dari KAMI Medan; Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Kingkin di KAMI Jakarta. (red/suara)