PGAS Siap Garap Pembangkit Energi Untuk PLN Bernilai Investasi Hingga Rp 22 triliun, Termasuk di Malut

oleh -89 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang berencana menggunakan pembangkit lewat gasifikasi yang disediakan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tujuannya adalah demi penghematan.


Menurut Direktur Utama PGAS, Gigih Prakoso, penugasan penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur gas alam cair/ (Liquefied natural gas, LNG) pada 52 titik pembangkit listrik PLN terbagi dalam empat tahapan.

“Targetnya rampung dua tahun. Empat tahapan yang kami lakukan. Dengan adanya penugasan itu, maka PLN bisa hemat Rp 1,92 triliun per tahun,” terang Gigih seperti dikutip KONTAN, Senin (10/2).

Gigih juga menjelaskan, penyaluran gas akan dilakukan dalam empat tahapan dengan rincian sebagai berikut; tahap  quick win  di Tanjung Selor untuk pembangkit berkapasitas 15 MW dengan penyaluran gas sebesar 0,66 bbtud melalui ISO Tank.

Tahap pertama meliputi penyaluran gas sebesar 96 bbtud untuk pembangkit di Krueng, Nias, Cluster Nusa Tenggara, Cluster Kalimantan Barat, Cluster Papua Utara dengan total kapasitas mencapai 1.164 MW.

Baca Juga  Yamin Minta SDM Madrasah di Maluku Segera Beradaptasi dengan Tranformasi Digitalisasi

Tahap kedua meliputi penyaluran gas 33 bbtud untuk cluster Sulawesi dan cluster Maluku dengan kapasitas pembangkit sebesar 278 MW. Tahapan ini tengah dalam kajian tahap awal.

Terakhir, tahap ketiga meliputi cluster Maluku Utara dan cluster Papua Selatan untuk penyaluran gas sebesar 19 bbtud dengan total kapasitas pembangkit 240 MW.

Menurut Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dalam alih energi ini, PLN mengestimasikan investasi sekitar Rp22 triliun.

Ia juga menyebut, angka pasti dan skema pembiayaan dari investasi tersebut tengah dibahas bersama PT Pertamina (Persero) selaku mitra PLN dalam proses gasifikasi ini.

“Sekitar itu (Rp 22 triliun), ini kerjasama dengan Pertamina yang akan membangun infrastruktur. Setelah itu ada kebutuhan pengembalian (investasi), ada demand dari PLN yang akan beli gas sehingga pengembaliannya lebih smooth,” ujarnya. (red/rtm)