PID tahap I, Maluku targetkan wakil ke Kementerian PDDT

oleh -119 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Selang 4 tahun terakhir bergulirnya Dana Desa, banyak desa di Maluku berhasi menyerap program dimaksud serta menunjukkan geliat pembangunan yang positif.

Dalam tahun 2015, desa sangat tertinggal sebanyak 479 desa menunrun menjadi 333 desa pada tahun 2018.

Sementara desa tertinggal berjumlah 583 juga menurun menjadi 579 desa pada tahun 2018.

Sedangkan desa berkembang semula pada tahun 2015 hanya berjumlah 150, mengalami peningkatan menjadi 229.

Begitupun desa maju hanya berjumlah 16 desa tahun 2015, menjadi 50 desa pada tahun 2018.

Seementara sesuai pemutakhiran data dari Indeks Desa Membangun (IDM), Provinsi Maluku mempunyai 4 Desa Mandiri.

Kondisi ini jauh lebih baik dibanding tahun 2015 yang belum ada satupun desa mandiri.

Guna mewujudkan pembangunan desa yang lebih baik lagi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Maluku menggelar Rapat Koordinasi Program Inovasi Desa (PID) Tahap I, di Hotel Amans, Mardika, Ambon, Senin (1/4).

Baca Juga  Miliki ambulance, DPW NasDem layani kesehatan masyarakat miskin

Dimana, rakor ini turut melibatkan para peserta seperti Dinas PMD kabupaten/kota se-Maluku serta para pendamping desa dari 11 kabupaten/kota yang ada di Maluku.

Acara ini dibarengi dengan penandatanganan kesepakatan kerjasama PID antara Dinas Pemberdayaan Provinsi Maluku dengan Dinas Pemberdayaan kabupaten/kota se-Provinsi Maluku.

Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan, Halim Datis, menegaskan bahwa perkembangan pembangunan desa di Maluku meningkat siring bergulirnya Dana Desa (DD) selang 4 tahun terakhir.

Hal ini, akunya, dibuktikan dengan data yang sudah tersaji di atas.

Untuk itu, tegasnya, momentum PID tahap I ini harus dimanfaatkan sebagai sebuah wahan meningkatkan kompetensi dan kapasitas masing-masing oknum dan lembaga dalam berinovasi mengelola program pembangunan desa yang jauh lebih baik lagi.

Baca Juga  DPD Pospera Maluku Polisikan Jubir Menteri BUMN, Arya Sinulingga

”Program Inovasi Desa (PID) diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan dana desa lebih berkualitas dan inovatif, melalui Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID), serta Penyediaan Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD),” ujarnya.

Menurutnya, PPID sendiri menyediakan bermacam praktek cerdas pengelolaan pembangunan desa, sehingga dapat dikembangkan, dipertukarkan dan direplikasikan antar desa, antar wilayah dan antar daerah, untuk mempercepat perubahan desa menjadi lebih kuat, mandiri, sejahtera dan demokratis sesuai tahapan dan visi undang-undang desa.

Dijelaskannya, praktek cerdas yang diterapkan di Maluku mencakup beberapa desa pada kabupaten/kota berbeda.

Sebut saja tahun 2018 yang diawali dengan praktek cerdas di Desa Solea Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah dengan kegiatan inovatif sanggar-sanggar dengan Layanan Rumah Singgah Pelajar Pegunungan.

Praktek yang sama, tegasnya, dilanjutkan dengan kegiatan Ohoi Rumadan Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), dengan kegiatan inovatif pemanfaatan tanah ulayat untuk wisata ekonomi desa.

Baca Juga  5 Surfer Cantik yang Andal Taklukan Ombak dan Hati Para Pria

Selain itu, jelasnya, masih ada juga praktek lain yakni Ohoitahit Kota Tual, dengan kegiatan inovatif produksi alat rumah tangga dan daur ulang logam.

”Diharapkan dari 149 pendokumentasian praktek cerdas yang dilakukan oleh tim Pelaksana Inovasi Desa dari 77 kecamatan di tahun 2018, tetap ada wakil Maluku yang dapat dikirim untuk mengisi Dokumen Pembelajaran Inovasi Desa maupun Video Inovasi Desa Ke Kementrian Desa PDDT pada tahun 2019 ini,” tegasnya.

Ditambahkannya, dinamika desa dalam pemanfaatan dana desa selang 4 tahun terakhir di Provinsi Maluku, telah memberikan optimisme dan geliat pembangunan desa.

”Perkembangan ini tentunya wajib disyukuri dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan capaian yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (keket)