Pieces of a Woman: Luka Yang Dalam Seorang Ibu

oleh -12 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Bagi yang sudah berkeluarga, kehadiran bayi bisa jadi akan memperhangat hubungan suami dan istri. Kalian mungkin familiar dengan pemandangan dokter kandungan, foto USG di kulkas, kamar anak yang sudah dipersiapkan bahkan mungkin barisan nama yang akan disematkan untuk si jabang bayi.

Rasanya campur-campur. Bikin deg-degan, penuh kebahagiaan tapi juga ada secercah rasa khawatir disana. Semuanya bisa terjadi. Yang baik dan juga yang buruk.

Dalam Pieces of a Woman, Anda akan diajak untuk menyaksikan sebuah tragedi yang akan menguji hubungan Martha (Vanessa Kirby) dan Sean (Shia LaBeouf). Kata Weber, sang penulis skrip, menggambarkan keduanya bak langit dan bumi. Kalau Martha adalah jenis perempuan yang namaste, Sean adalah cowok yang kayak petasan, emosian.

Martha berasal dari keluarga berada dan mempunyai ibu, Elizabeth (Ellen Burstyn), yang berlaku seperti puppet-master. Sean berasal dari keluarga pekerja dan saat ini bekerja sebagai kontraktor.

Dua langit dan bumi ini bersatu dan membina keluarga. Untuk sementara semuanya baik-baik saja meskipun Elizabeth sering “mengorkestra” banyak hal untuk membuat drama rumah tangga ini semakin menarik.

Baca Juga  Datangi Kodim 1509/Labuha, Itdam Xvi/Pattimura Lakukan Pengawasan dan Pemeriksaan

Seperti membelikan Martha mobil baru meskipun Sean bisa membeli mobil sendiri untuk istrinya. Malam itu ketuban Martha pecah. Bidan yang mereka panggil tidak bisa datang dan mereka terpaksa setuju dengan Eva (Molly Parker), bidan pengganti.

Pieces of a WomanPieces of a Woman Foto: Dok. Netflix

Semuanya berjalan baik-baik saja sampai akhirnya si bidan tersadar bahwa detak jantung si jabang bayi mulai turun dan akhirnya badannya mulai membiru. Si bayi akhirnya meninggal dunia dan rumah tangga ini pun akhirnya benar-benar diuji.

Pieces of a Woman adalah jenis drama yang mengandalkan kemampuan akting para aktornya untuk benar-benar menyeret penonton ke tengah-tengah masalah mereka. Ini adalah sebuah pertaruhan yang berat.

Untungnya sutradara Kornel Mundruczo mempunyai Vanessa Kirby sebagai pemimpin karena Kirby lebih dari mampu untuk membuat penonton merasakan semua yang dirasakan Martha. Kirby, yang melejit melalui dua musim pertama serial The Crown, memiliki range acting yang luar biasa.

Baca Juga  Cegah Virus Covid-19, Gedung Kodam XVI/Pattimura Disemprot Disinfektan

Dia bisa tampilbadass seperti yang iapertunjukkan dalam Hobbs and Shaw, spin-off dari serial Fast and Furious yang dirilis beberapa tahun lalu. Tapi ia juga bisa menjadi seorang istri dan ibu yang mengalami masalah berat seperti ini.

Sebagai Martha, Anda akan melihat semua frustasi, semua kekecewaan, semua harapan, semua amarah hanya dari tatapan matanya. Pieces of a Woman adalah miliknya dan Kirby tahu itu.

Pieces of a WomanPieces of a Woman Foto: Dok. Netflix

Shia LaBeouf cukup menjadi sparring partner yang baik bagi Kirby. Peran ini cocok untuknya. Sean terasa sekali pergulatan batinnya, depresinya bahkan amarahnya. Ketika Sean benar-benar sampai di titik terbawah, LaBeouf lebih dari kompeten menunjukkan sisi itu.

Dan yang terakhir tentu saja ada Ellen Burstyn yang begitu mencuri perhatian. Screen time-nya mungkin tidak banyak tapi dalam waktu yang terbatas aktris senior ini menunjukkan betapa powerful sosok Elizabeth ini.

Baca Juga  Dwayne Johnson-Noah Centineo Bakal Beradu di Black Adam

30 menit pertama Pieces of a Woman adalah sebuah film horor yang sangat menegangkan. Penonton diajak untuk menyaksikan proses kelahiran Martha yang akhirnya membawa bencana. Karena penonton menyaksikan semuanya hampir secara real time, setiap rasa deg-degan dan cemas benar-benar ter-transfer dengan baik.

Sayangnya sisa film ini tidak semenarik 30 menit pertamanya yang benar-benar mencekam. Pieces of a Woman akhirnya malah sibuk dan terjebak ke dalam sebuah drama yang monoton.

Presentasi teknis Pieces of a Woman cukup impresif. Dan cara sutradara untuk membuat adegan patut diacungi jempol. Bagaimana ia bisa membuat aktor-aktornya memberikan yang terbaik adalah sesuatu yang sangat perlu dirayakan.

Tapi sayangnya Pieces of a Woman makin lama makin terasa kedodoran. Melihat awalnya yang begitu berpotensi, Pieces of a Woman akhirnya menjadi sebuah pengalaman yang melelahkan.

(red/dtc)