Pilkades Alusi Krawain Diduga Sarat Politik Uang

oleh -98 views
Link Banner

Porostimur.com | Saumlaki: Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Kepulaun Tanimbar (KKT), terlaksana Senin,1 Maret 2021 dengan harapan bahwa semua desa yang belum memiliki kepala desa definitif dapat memiliki kepala desa definitif.

Namun dalam proses rekrutmen bakal calon kepala desa sampai pemilihan kepala desa masih terdapat sejumlah masalah sehingga terjadi kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.

Di Desa Alusi Krawain, Kecamatan Kormomolin misalnya, sebelum saat pemilihan para calon kepala desa dan tim mulai bergerilya guna meyakinkan masyarakat untuk pada saatnya mereka di pilih, dan hal ini dilakukan dengan tulus namun ada juga yang dilakukan oleh para tim dan calon kades dengan mengiming-imingi atau memberikan uang kepada masyarakat sehingga pada waktunya masyarakat memilih mereka.

Baca Juga  Satlantas Polres Malteng Tertibkan Balap Liar

Kepada Porostimur.com salah satu masyarakat Desa Alusi Krawain, Wens Melsasail menjelaskan bahwa pilkades Desa Alusi Krawain sarat dengan politik uang yang dilakukan oleh salah satu calon kepala desa, yakni Norbertus Suarlebit dan tim suksesnya dengan membagi uang per pemilih Rp 100.000, (Seratus Ribu Rupiah).

Link Banner

“Selain Suarlebit ada juga teman-teman lain yang turut membagi uang sebagai pemulus dalam pemilihan yakni, Mikael Malindir dan Andreas Batlyel,” ujarnya.

Wens Melsasail mengatakan, Batlyel, mendatangi rumah ibu Martha Rumajak dan memberikan uang sebayak Rp 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah) dari uang itu Rp 100.000 untuk Ibu Martha dan Rp 100.000.

“Untuk ibunya Martha tidak hanya itu, namun adik laki-laki ibu Marthapun kebaian,” ungkapnya.

Meninjak lanjuti temuan politik uang itu Melsasail bersama teman-temannya telah mengadukan hal dimaksud kepada panitia pelaksana pilkades di tingkat desa sampai ke tingkat kecamatan, namun sampai saat ini belum ada respons dari pihak panitia .

Baca Juga  Kapolda Maluku Bagikan Sembako & Takjil Kepada Imam dan Marbot Masjid dan Tahanan Rutan Polda Maluku

“Harapanya, agar kasus politik uang ini segera ditindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku dan calon kades Norbertus Suarlebit harus diskwalifikasi karena terang-terang telah mencedrai pilkades ini dengan politik uang,” tukasnya.

Guna mengkonfirmasi persoalan itu, aartawan Porostimur.com menghubungi Camat Wertambrian, Frangky Lambiombir,S.Sos.

Melalui pesan singkatnya Frangky mengaku pengaduan yang dibuat oleh Wens Melsasail dan teman-temanya telah ditindak lanjuti ke Panitia pilkades di tingkat kabupaten, dan karena itu, Melsasail dan teman-temannya diharapkan dapat bersabar sambil menungguh proses dan keputusan dari panitia tingkat kabupaten. (olof)