PIT XVI ISOI Gelar Kegiatan Aksi Bersih Pantai

oleh -49 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) kembali melaksanakan Pertemuan Ilmiah Nasional Tahunan ke XVI di Kota Ambon, Maluku. Pertemuan ini sengaja digelar di Kota Ambon, Provinsi Maluku untuk mengapresiasi Ambon dan Maluku sebagai Ikon Kota dan Provinsi Maritim.

PIT ke XVI ini mengambil tema “IPTEK Untuk Pengembangan Industri Maritim Indonesia” yang turut dihadiri oleh Ketua ISOI Dr. Safri Burhanudin, DEA, Wakil Walikota Ambon, Pangdam XVI Pattimura, Danlantamal, Rektor Unpatti, dan Para peserta.

Pelaksanaan Pertemuan Ilmiah Nasional Tahunan ke XVI ISOI inj sangatlah penting mengingat Indonesia sebagai Negara Kepulauan memiliki potensi yang besar pada sektor Kemaritiman. Sehingga peningkatan kemajuan serta pemerataan pembangunan kemaritiman adalah hal yang utama.

Dalam sambutannya, Dr Nani Hendiarti, asisten deputi pendayagunaan IPTEK maritim dari kantor kementrian kordinator kemaritiman dan investasi mengatakan masalah sampah adalah tanggung jawab kita semua, masalah sampah plastik sudah menjadi isu nasional dan global yang harus segera ditangani karena berdampak negatif pada ekonomi (destinasi wisata bahari ) dan berdampak pada manusia.

“Beach Clean Up berkaitan dengan instruksi presiden tentang gerakan revolusi mental indonesia bersih dan perpres penanganan sampah laut. Beach Clean Up adalah aksi nyata untuk mengurangi dampak sampah plastik yang ada di wilayah pesisir,” Jelas Hendarti dalam sambutannya, Sabtu (9/11/2019).

Baca Juga  5 'Meme Inter' Ini Memang Bikin Sakit Hati. Yang Sabar ya Milanisti

Selanjutnya dalam sambutan Wakil Walikota Ambon, Syarief Hadler mengatakan Pemerintah Kota Ambon juga menyambut dengan sukacita pelaksanaan PIT XVI ISOI dan aksi bersih pantai sebagai komitmen dan dukungan ISOI kepada Pemerintah Indonesia untuk menanggulangi masalah sampah.

Syarief menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah sampah dengan mengubah mindset dan perilaku masyarakat terhadap sampah.

“Melalui aksi bersih pantai di hari ini semoga kita dapat merehabilitasi ekosistim pesisir dan menanggulangi pencemaran sampah yang berserakan di pesisir pantai Kota Ambon.” tutupnya.

Sementara itu, Dalam sambutannya juga Gubernur Maluku menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan semata-mata sebagai kegiatan rutin akan tetapi hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah. Mengingat sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu sektor yang mengambil peran penting dalam bidang kemaritiman, sehingga pemanfaatannya harus dilakukan secara bijak dan berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat.

Baca Juga  Fraksi Pembangunan Bangsa DPRD Maluku, Kutuk Aksi Penculikan Aktivis HMI Cabang Ambon

“Potensi ekonomi kemaritiman Indonesia sangat besar, didukung dengan posisi yang strategis memungkinkan adanya perdagangan dunia. Sehingga kita harus meningkatkan kinerja pelabuhan-pelabuhan untuk menunjangnya.” katanya

Pemerintah juga mengambil kebijakan untuk membuat Masterplan yang memuat perencanaan dan target pembangunan untuk pengembangan sektor maritim dengan menggunakan prinsip ekonomi biru, baik jangka pendek, menengah dan panjang.

“Saya yakin kalau kita memiliki komitmen dan kepedulian yang sama maka industri Maritim Indonesia dan juga di Maluku akan jauh lebih baik lagi kedepannya.” harapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, (9/11/2019), di Pantai, Depan Kantor PLN Poka, Ambon.


Dalam kegiatan ini sampah yang berhasil dikumpulkan selama sekitar 1 jam, setelah ditimbang sebanyak 3,3 ton. Kemudian sampah tersebut setelah dipisahkan, maka yang bernilai ekonomis akan di daur ulang oleh komunitas LSM Green Mollucas yang didapat dari sampah campuran. (ebot)