Pleno KPUD Kepulauan Sula Telan Korban “Partai Politik Desak KPU Provinsi Malut Ambil Alih”

oleh -153 views
Link Banner

@Porostimur.com | Sula : Rapat Pleno KPUD Kabupaten Kepulauan Sula yang baru berlangsung dua hari telah menelan korban satu orang meninggal dunia. Korban adalah Abubakar Gailae, saksi yang juga Calon Anggota Legislatif DPRD Kabupaten dari Partai Demokrat. Abubakar menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Sanana, setalah sebelumnya pingsan di Ruang Sidang.

Idham, saksi yang berada di TKP kepada @porostimur.com mengatakan, korban mengalami pingsan ketika sedang berdebat dengan komisioner KPUD.

Menurut Idham, saksi ngotot meminta KPU agar membuka kotak suara dan mengitung kembali angka-angka perolehan suara melalui kertas suara.

Link Banner

”Iya, beliau jatuh pingsan saat berdebat dengan komisioner KPU Kepsul. Intinya beliau meminta agar KPU mau membuka kembali kotak suara dan mengitung ulang kertas suara, karena banyaknya kecurangan yang terjadi. Beliau juga meminta KPU dan Bawaslu Provinsi Maluku Utara untuk mengambil alih semua tahapan dan proses pemilu di Kabupaten Kepulauan Sula”, papar Idham.

Baca Juga  Panglima Komando Armada III Tatap Muka Dengan Jajaran Lantamal IX dan Prajurit Guspurla

Pantauan langsung @porostimur.com, Rapat Pleno sudah berlangsung alot sejak dibuka sekitar pukul 10.00 WIT. Hal ini akibat Komisioner KPU Kepsul langsung memerintahkan PPK Kecamatan Sulabesi Tengah sedang membacarekapitulasi kecamatan.

Padahal para saksi masih memperdebatkan banyaknya perbedaan angka-angka perolehan suara, jumlah DPT, jumlah pengguna hak pilih dan jumlah penggguna DPTB.

Ketika perdebatan semakin memanas dan menuju chaos, Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Sula Yuningsih Ayuba memerintakan aparat keamanan untuk mengeluarkan para-saksi yang tidak tertib dari dalam ruangan rapat pleno.

Di tengah situasi rapat pleno yang tegang dan chaos itu, Ketua KPU tiba-tiba mengetok palu dan mengesahkan hasil perolehan suara DPRD Provinsi.

Baca Juga  Nakhoda & ABK Positif Corona, KM Pangrango Gagal Berangkat dari Pelabuhan Ambon

Forum semakin tidak bisa dikendalikan, namun KPU Kepsul tetap melanjutkan sidang dengan membaca rekapitulasi Kabupaten sampai selesai, tanpa memberikan kesempatan kepada Bawaslu kabupaten dan saksi untuk menyampaikan tanggapan.

Ketika itulah, Almarhum Abubakar Gailea jatuh pingsan dan kemudian dibawa ke bagian belakang ruang rapat pleno untuk mendapat pertolongan media. Almarhum kemudian dilarikan ke RSUD Sanana dan menghembuskan nafas terakhirnya disana.

Bustamin Sanaba, Saksi Partai Demokrat kepada @porostimur.com mengatakan , pihaknya mempertanyakan keakuratan data yang disampaikan oleh PPK Kecamatan Sulabesi Barat, sebab pada form C1 yang dimiliki partai, jumlah suara Abubakar Gailae tercatat 92 suara, namun yang tertulis pada rekapitulasi kecamatan hanya 91 suara.

Baca Juga  Kepala Desa di Halmahera Selatan Dukung Perang Lawan Politik Uang dan Hoax

“Kecurangan yang berlangsung di Sula ini sistematis, terstruktur dan massif. Oleh sebab itu kami meminta KPU dan Bawaslu Provinsi untuk mengambil alih seluruh tahapan pemilu di Kabupaten kepulauan Sula. Sekarang sudah jatuh korban, jangan sampai jatuh korban yang lebih banyak lagi”, imbuh mantan Ketua KPUD Kabupaten Kepulauan Sula ini. (raka)