PN Sanana Mulai Gelar Sidang Pelanggaran Pemilu

oleh -168 views
Link Banner

@Porostimur.com | Sula : Pengadilan Negeri (PN) Sanana menggelar sidang perdana kasus dugaan pelanggaran pemilu 2019 dengan terdakwa Nasrul Panigfat, Selasa (14/5) di Sanana.

Sidang yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini, menghadirkan terdakwa Narsul Panigfat, Pj. Kepala Desa Fuata, Kecamatan Sulabesi Selatan dan tiga orang Sakai, masing-masing Arman Husen, Irmawati dan Erlina Fokaaya. Ketiganya adalah masyarakat Desa Fuata, Staf Panwas Kecamatan Subalesi Selatan dan Panwas Desa Fuata.

Di hadapan Majelis Hakim terdakwa Nasrul sempat berkilah bahwa kehadiran Bupati Kepulauan Sula dan istri ke Desa Fuata tidak dalam rangka kampanye, melainkan dapam rangka kunjungan kerja selaku kepala daerah. Namun pernyataan terdakwa tersebut, dibantah oleh saksi Arman Husen.

Baca Juga  Resmi Terdaftar di KPUD Kepulaun Sula, ZADI-IMAM Langsung Cek Kesehatan di Ternate

Menurut Arman, sehari sebelum kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Sula tersebut, terdakwa telah menyampaikan pengumuman kepada masyarakat Desa Fuata dan Desa Waitamua agar menghadiri kunjungan kerja Bupati yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara itu.

Link Banner

“Jadi memang pj. kepala desa dan aparatnya telah datang ke rumah-rumah warga untuk memberi tahu kepada warga agar hadir pada saat kunjungan bupati dan rombongan”, papar Arman di hadapan majelis hakim.

Menurut Arman, di dalam acara kunjungan kerja tersebut, dirinya benar mendengar kata-kata yang menjurus pada kampanye dan ajakan untuk mencoblos Fince Hongarta.

Fince adalah istri Hendrata Thes yang mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dari Partai Demokrat mewakili Dapil Maluku Utara.

Staff Panwascam Sulabesi Selatan, Irmawati turut membenarkan penyataan yang disampaikan oleh saksi Arman.

Baca Juga  Bertambah 66, Kasus OTG Covid-19 di Malut Jadi 300 Kasus

Menurut Irma, pada saat berlangsungnya acara tersebut, memang benar ada ajakan untuk memilih Fince Hongarta.

Sementara itu, saksi lain Erlinda, anggota Panwas Desa Fuata, di hadapan majelis hakim mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya pencegahan, namun tidak diindahkan oleh terdakwa.

“Jadi satu jam sebelum acara berlangsung, kita dari panwas desa sudah mencegah terdakwa dan unsur aparat desa lainnya. Namun tidak digubris. Terdakwa malah duduk di kursi paling depan”, beber Erlina.

Selesai mendengar keterangan terdakwa dan pada saksi, majelis hakim menunda sidang hingga besok hari, Rabu, (15/5) dengan agenda pemeriksaan atas saksi-saksi yang dihadirkan oleh tersangka. (raka)