Polda Maluku Tahan Enam Pelaku Pemalsu Surat Rapid Tes Antigen dan GeNose

oleh -97 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sedikitnya enam oknum pelaku yang diduga sebagai pemalsu surat Rapid Tes Antigen dan GeNose COVID-19 yang beroperasi di Kota Ambon berhasil diamankan Direktorat Kriminal Umum Polda Maluku beserta sejumlah barang bukti.

“Ditreskrimum Polda Maluku meringkus sejumlah orang yang diduga sebagai pemalsu surat Rapid Tes Antigen dan GeNose Covid-19 setelah polisi menerima informasi adanya praktek seperti itu,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes. Pol. M. Roem Ohoirat.

Para pelaku ini diduga mencari keuntungan dengan menjual surat keterangan tersebut kepada masyarakat

Dua dari enam pelaku dari keterangan polisi ditangkap di Travel  PT. Leparissa Noval Chaur di kawasan pertokoan  A.Y. Patty Ambon setelah polisi mendapatkan informasi adanya praktik pemalsuan surat rapid tes antigen palsu masyarakat sekitar. Sementara empat lainnya ditangkap di lokasi berbeda, setelah pengembangan kasus.

Keenam pelaku tersebut masing-masing adalah Rusman alias R (49), Husni Suatrean alias H (34), Hawa Angkotasan alias H (40), Sitti Salampessy alias S (26), serta M (38).

Baca Juga  Kapolri Luncurkan Seratus Ribu Rumah untuk PNS Polri, di Maluku Ada 531 Unit

Para pelaku yang diduga merupakan sindikat ini sudah beroperasi sejak  April 2021 dan modusnya, setiap calon penumpang pesawat yang datang ke travel membeli tiket ditawarkan surat keterangan antigen Rp200.000 dan Genose Rp50.000.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sejumlah unit komputer, satu unit laptop, cap stempel,, satu unit alat printer, serta belasan juta uang tunai.

“Lima dari para pelaku ini adalah pria dan satu lainnya berjenis kelamin perempuan, sedangkan uang tunai yang disita Rp17,4 juta. Mereka diancam melanggar pasal 263 ayat (1) KUHPidana,” tandas Roem.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno, dalam konfrensi pers, Jum’at (28/5) mengungkapkan  modus operandi oleh para pelaku ini adalah dengan menawari warga yang membeli tiket pesawat untuk mendapatkan surat Rapid Tes Antigen dan GeNose tanpa mengikuti tes.

“Untuk Rapid Antigen maka pihak travel hubungi H, dan dari H dihubungkan dengan inisial  S yang merupakan pemilik rental. Oleh S dicetak surat keterangan Antigen. Petugas travel mengambil dan menyerahkan ke pembeli tiket. Begitu juga GeNose. Kalau GeNose, travel menghubungi , dan U sendiri akan menghubungi R dan atas nama N cetak surat GeNose kemudian diserahkan  ke pembeli tiket,”ungkapnya.

Baca Juga  MK Tolak Permohonan Pemohon, AMR Lanjutkan Dua Periode

Dari enam pelaku yang terlibat dalam bisnis pemalsuan surat rapid tes antigen dan GeNose itu, ternyata ada pelaku yang berprofesi sebagai ASN di salah satu Puskesmas di Maluku Tengah. Selain tenaga kesehatan, ia juga menyebut ada ada dua pelaku juga yang bekerja sebagai pegawai di Angkasa Pura Ambon dan Bandara Pattimura Ambon.

Harno juga membeberkan nama , pekerjaan dan tempat tinggal dari enam pelaku yang terlibat pemalsuan Surat Rapid Antigen dan GeNose itu.

“Jadi Rusman alias R (49) ini warga kawasan Aster Kota Ambon sementara ) Husni Suatrean alias H (34) adalah warga Kawasan Kebun Cengkeh desa Batu Merah, keduanya merupakan kariawan travel PT Leparissa Tour. Sementara  Hawa Angkotasan alias H (40) adalah PNS pada Puskemas Tulehu berdomisili di Kelurahan Silale. Kemudian  Sitti Salampessy alias S (26) merupakan pemilik rental yang juga tinggal di kawasan Kelurahan Silale, Ia adalah pegawai Angkasa Pura Ambon dan  pelaku keenam adalam M (38) merupakan  pegawai Bandara Pattimura Ambon,” bebernya.

Baca Juga  Ini Calon Bupati yang Diidam-idamkan Rakyat Kepulauan Sula, Simak Yuk

Dua pegawai Travel menurut Harno, diamankan kamis (26/5) sekitar pukul 18.30 wit. Setelah penyelidikan dilanjutkan dengan empat pelaku lainnya.

Dijelaskan soal peran dari dua pegawai Angkasa Pura Ambon ini, Harno menjelaskan peran keduanya untuk memuluskan para calon penumpang  yang telah mengantongi surat hasil rapid test palsu itu bisa lolos pemeriksaan hingga naik ke pesawat. “Jadi itulah peran dari setiap pelaku,” katanya.

Saat ini keenam orang pelaku telah ditetakan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Maluku. Mereka telah ditahan sejak tadi malam di Rutan Polda Maluku.

(tim)