Polda NTT Ditugasi Kejar Pemilik Akun FB Jhon Silahoi Tekait Ujaran Kebencian

oleh -502 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Subdit Siber Ditkrimsus Polda NTT sedangkan mendalami akun Facebook atas nama Jhon Silahoi yang dinilai memberi koment tidak pantas terkait tragedi tenggelamnya Kapal Selam KRi NAnggala 402.

Akun FB Jhon Silahoi termasuk satu dari 7 akun medsos memuat berita negatif soal tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402. Polisi memastikan dilakukan proses hukum.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, total ada tujuh laporan yang diterima polisi terkait berita negatif soal tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402. Kemudian setelah dilakukan pendalaman, dua dari lima akun itu diketahui merupakan akun anonim.

“Dua akun tersebut akun anonymous sebanyak 2 yang ditindaklanjuti dengan pengajuan pemblokiran kepada Kemenkominfo. Lima sisanya dilakukan pengusutan,” ujar Dirsiber Bareskrim, Brigjen Slamet Uliandi, Senin (26/4/2021).

Lima akun itu yakni akun Facebook bernama Fajarnnzz. Penyidikan terhadap akun FB Fajarnnzz dilakukan oleh Subdit 1 Dittipidsiber Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Polda DIY.

Baca Juga  Cara Unik Polres Kepulauan Aru Tindak Warga Pelanggar Prokes

Pemilik akun Farjarnnzz sendiri merupakan seorang polisi bernama Fajar Indriawan.

“Rencana penyidik akan kordinasi dengan Paminal Mabes untuk bersama-sama menuju Polda DIY untuk mengambil tersangka dikarenakan yang menjadi tersangka adalah anggota Polri dari kesatuan Polsek Kalasan Polres Sleman Polda DIY,” ucap Uliandi.

Akun selajutnya adalah Facebook bernama Ahmad Khoizinudin. Penyidikan terhadap pemilik akun FB ini akan dilakukan oleh Subdit 2 Dittipidsiber Bareskrim Polri.

Lalu WhatsApp 62819912xxxxx. Penyidikan juga dilakukan oleh Bareskrim Polri dan akun Facebook Imam Kurniawan yang ditangani penyidikannya oleh Subdit Siber Ditkrimsus Polda Sumatera Utara.

Lalu akun Facebook Jhon Silahoi yang pendalamannya akan dilakukan oleh Subdit Siber Ditkrimsus Polda NTT.

Baca Juga  Pidato Jack Ma ini Bikin Presiden Xi Jinping Murka

(red/sfc)