Polda Papua Barat dan Maluku Koordinasi Soal Penjualan Senjata Api ke KKB

oleh -39 views
Link Banner

Porostimur.com | Manokwari: Kepolisian Daerah Papua Barat membenarkan adanya penangkapan atas kasus penyelundupan senjata api beserta amunisi ilegal kepada kelompok bersenjata.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat Komisaris Besar Adam Erwindi mengatakan, pihak yang ia tangkap adalah seorang perantara berinsial WT. 

“Kalau untuk pelaku penjual ditangkapnya di Ambon oleh polres sana. Yang kami tangkap perantaranya,” ujar Adam saat dihubungi pada Senin, 22 Februari 2021. 

Adam mengatakan, WT mendapat senjata api dan amunisi ilegal dari dua pelaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ia menjadi perantara karena motif ekonomi. “Ekonomi, dibayar saja,” kata Adam. 

Link Banner

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku Komisaris Besar Mohamad Roem menyatakan telah melakukan pengusutan atas kasus tersebut. 

Baca Juga  Muslim Uighur Disiksa & Alami Tindakan Asusila, Inggris Punya Bukti Tuding China Melanggar HAM.

“Ada beberapa orang diamankan dan sementara dilakukan pemeriksaan,” ucap Roem saat dihubungi pada hari yang sama. 

Kendati demikian, Roem mengaku tidak tahu ihwal dugaan keterlibatan dua anggota sebagai penjual senjata api dan amunisi ilegal. “Apakah ada anggota atau tidak, yang tahu penyidik. Dalam waktu dekat akan diekspos,” kata Roem. 

Berdasarkan informasi, dugaan keterlibatan dua anggota polisi itu berawal dari penangkapan seorang warga Bentuni lantaran membawa senjata api berikut amunisinya pada 10 Februari 2021 lalu.

Dari hasil pemeriksaan, warga tersebut mengaku mendapatkan senjata api dan amunisi itu dari polisi yang bertugas di Polresta Pulau Ambon. Kepala Kepolisian Daerah Maluku Inspektur Jenderal Refdi Andri kemudian menginstruksikan Kapolresta Pulau Ambon untuk berkoordinasi dengan Polres Bentuni dan Polda Papua Barat.

Baca Juga  Dialah Lelaki Yang Kunanti

(red/tempo)